Samsul Hadi: Saya Bukan Firaun Yang Selalu Mempertahankan Jabatan.
Foto: Samsul Hadi bersama Beka

Samsul Hadi: Saya Bukan Firaun Yang Selalu Mempertahankan Jabatan.

Laporan : M. Susyanto

BONDOWOSO, Suara-publik.com - Perombakan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Bondowoso pada periode kedua, pekan lalu, Rabu (16/05), mendapat tanggapan dingin dari politisi PKB senior, Drs.H. Syamsul Hadi Merdeka. Ia mengetahui setelah terlempar dari Ketua Komisi III DPRD.

Namun, dicopotnya Samsul Hadi ini setelah sikap dan dukungan politiknya berbeda dengan keputusan partainya yang mengusung Pasangan Calon (Paslon) Ahmad Dhafir – Hidayat (Dhada). Sementara dirinya terang-terangan menyatakan dukungan politik terhadap Paslon KH Salwa Arifin – Irwan Bachtiar (Sabar), yang diusung oleh PDIP dan PPP.

Menurut mantan Ketua DPRD Bondowoso ini, itu hal yang biasa dan tidak perlu ditanggapi berlebihan. . "Pemimpin itu harus berbagi, dan harus bisa menciptakan kemimpinan yang baru. Saya ini bukan fir'aun, yang tidak mau diganti kepemimpinannya,"ujarnya.

Apalagi adanya penyegaran pimpinan AKD ini, ketua eksponen 99 Ini berharap agar dapat memberi warna baru untuk pembangunan Bondowoso kedepan.

Sebab, saat ini yang tampil sebagai pimpinan AKD rata-rata adalah politisi muda. "Mereka (pimpinan AKD) adalah adik-adik saya, yang juga telah kenyang pengalaman. Saya ucapkan Selamat," tukasnya.

Dilain pihak, Politisi PDIP, Bambang Suwito, yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi I menegaskan, penyegaran ini memang ditunggu-tunggu. Pasalnya, sejak lama pimpinan AKD yang tak kunjung ada pembahasan telah menabrak tata tertib (tatib) DPRD.

"Ibarat api unggun, kobaran itu akan terus menyala, manakala ada kayu bakar baru yang masuk. Inilah Regenerasi,"terang Politisi yang akrab dipanggil Beka ini.

Diketahui, pimpinan AKD tiba-tiba dirombak pada pertengahan periode kedua setelah melewati 2,5 tahun. Edy Supriyadi dari fraksi PKB menggantikan Bambang Mujiono dari fraksi PDIP, pada posisi Ketua Badan Pembuat Perda (Bapemperda). Sedangkan posisi Ketua Badan Kehormatan (BK) kini dijabat Subangkit Adi Putra dari fraksi Demoktrat, menggantikan Agus Anshori dari fraksi PKB.

Untuk pimpinan Komisi terjadi pada Komisi I dan III. Bambang Suwito fraksi PDIP digantikan Setya Budi dari Fraksi Gerindra. Ketua komisi III Syamsul Hadi dari fraksi PKB diganti Fathorrasi dari fraksi PKS. Sehingga ia harus terbuang, karena sikap politiknya yang berbeda dari parpolnya.

Selain itu, Ady Kresna tetap terpilih menjadi ketua Komisi II, begitupun Zainul Fauzan dari fraksi PKB tetap aman sebagai Komisi IV.

Sebelumnya Lagi 1 Terduga Teroris, Ditangkap Densus 88 di Kedungturi Surabaya.
Selanjutnya Kades Bandilan Akui, Terima Fee 1,5 Perhektar Dari Transaksi Tanah Negara.