Sekum Sinode GHFC Sutrisno: Sidang Raya Bahas Evaluasi Kerja.
Foto: Sekum Sinode GHFC Sutrisno Kusmana.

Sekum Sinode GHFC Sutrisno: Sidang Raya Bahas Evaluasi Kerja.

Surabaya, suara-publik.com - Sekretaris Umum Sinode Gereja Happy Family Center (HFC), Sutrisno Kusmana, menyatakan kegiatan Sidang Raya Luar Biasa yang dihadiri Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama Janus Pangaribuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sinode selama 2011 hingga saat ini.

“Yang kita bahas hari ini adalah pertanggungan jawab Sinode selama periode 2011 sampai dengan saat ini,” ujar Sutrisno, ditemui usai acara di Hotel Luminor Surabaya, Selasa (11/8) sore.

Sutrisno mengatakan, dirinya masih memiliki kewenangan menggelar Sidang Raya Luar Biasa ini karena di dalam data di kementrian agama, namanya masih sah belum diganti atau masih ada.

Dalam sidang raya sinode ini, Sutrisno menjelaskan, dirinya bukan mencari pertengkaran atau perselisihan namun, kita mencari damai sejahtera.

“Kita bukan cari perselisihan kok, kita cari damai," imbuhnya.

Selain itu, katanya, sidang raya tersebut ingin membuat laporan evaluasi kerja dan bukan sidang sinode yang liar sebab, berdasarkan surat rekomendasi dari Direktur Jendral Binmas Kristen dan juga ketua Binmas Kristen Jawa Timur.

"Jadi sidang raya sinode luar biasa ini tidak bisa semena mena kita sendiri harus ada surat rekomendasi dari pusat," tandasnya.

Masih kata Sutrisno Kusmana, Sinode Gereja Happy Famili sejak 2011 hingga sekarang masih belum ada sidang sinode raya. Oleh sebab itu, hari ini kita mengadakan yang merupakan pertama, karena belum pernah diadakan sidang raya. Adapun sidang luar biasa saat ini dihadiri pengurus dan pejabat.

Artinya pejabat disini pendeta penuh, pendeta muda dan pengurus yang ada di sinodean.

Sementara itu, saat disinggung Sidang Raya Luar Biasa yang juga digelar oleh Pendeta Agnes Maria dan Pendeta Erika hari Minggu, (09/8) kemarin di Gedung Happy Family School Sutrisno enggan memberikan komentar.

"Kami tidak mempermasalahkan jika mau menjadi pemimpin asalkan harus menjadi pemimpin yang benar. Kita ingin semuanya terbuka dan benar jangan mengambil keputusan mengatasnamakan AD/ART yang kita tidak pernah tahu bentuk dan wujud dari AD/ART tersebut." tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Sidang Raya Sinode Luar Biasa Gereja HFC, Betania Eden Thenu, mengharapkan, pihaknya ingin bersatu dan memperbaiki mentalitas yang terjadi di internal gereja tersebut cepat selesai dan berakhir damai.

"Ini kan gereja, kita ingin memperbaiki mentalitas, jangan sampai ada perseteruan antar pemimpin. Jangan sampai pemimpinnya merasa benar, inilah yang harus diperbaiki. Semoga dalam sidang kali ini terciptalah kedamaian," Imbuhnya. (anDre)

Sebelumnya Puslitbang Mabes Polri Kunjungi PT. Petrokimia, Evaluasi Anggota Polres Gresik Yang Bertugas di Luar Struktur.
Selanjutnya Surabaya Barat Dihantam Banjir, Limbah Galian Box Culvert Sebabkan R2 Terpeleset.