Seperti Prediksi Banyak Wartawan, Setyo Hartono Akhirnya Bebas.

Seperti Prediksi Banyak Wartawan, Setyo Hartono Akhirnya Bebas.

Laporan Mulyono. 

Surabaya(Suara Publik.com) - Seperti yang banyak diperbincangkan oleh para wartawan dan elemen yang nongkrong di PN Surabaya. Setyo Hartono akhirnya  dibebaskan oleh Hakim.

Gelar sidang yang melibatkan Komisaris PT Senopati Samudra Perkasa (SSP) Setyo Hartono, terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus menyewakan lahan TNI AL akhirnya bisa bernafas lega.

Pasalnya, majelis hakim yang dipimpin Dwi Winarko membebaskan Setyo Hartono dari segala tuntutan Tim Jaksa Penunutut Umum (JPU) Farhan Junaedi dan Agung Rochaniawan dari Kejari Tanjung Perak. 

Sidang digelar di ruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (10/01/2018) kemarin beragendakan putusan. Menurut Ronnald Tallaway selaku tim kuasa hukum Setyo Hartono, bahwa kebebasan yang diberikan kepada kliennya tersebut, karena Majelis Hakim menilai jika perkara kliennya tersebut tidak ditemukan unsur-unsur penipuan.

"Pasal yang dikenakan penipuan,unsur-unsur dalam penipuan itu tidak terpenuhi karena PT TEMAS adalah perusahaan terbuka, sudah melakukan audit legal dalam melaksanakannya. 

Memang PT SENOPATI berhak mengoperkan tanah itu dan kendala-kendala yang terjadi, kan diluar PT SENOPATI," kata Ronnald kepada Suara Publik.com di ruang kerjanya pada Kamis (11/01/2018).

Semetara, dalam persidangan Hakim tidak mendapatkan cukup bukti bahwa terdakwa Setyo Hartono melakukan penipuan dan penggelapan terhadap PT Tempuran Emas (TEMAS). 

Ketua Majelis Hakim, Dwi Winarko mengatakan jika terdakwa Setyo Hartono, tidak bersalah dalam dua dakwaan jaksa, yaitu Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dengan pemberatan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Membebaskan terdakwa Setyo Hartono dari semua dakwaan, membebaskan terdakwa serta memulihkan hak-hak, harkat dan kedudukannya seperti semula,” kata hakim Dwi Winarko saat membacakan amar putusannya.

Hakim Dwi Winarko berpendapat, selama persidangan digelar tidak cukup bukti terdakwa secara melawan hukum, dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan yang dilakukan oleh orang yang memegang barang itu yang berhubungan dengan pekerjaannya.

“Majelis tidak memiliki keyakinan bahwa terdakwa benar-benar telah melakukan penipuan dengan pemberatan. Maka unsur itu tidak terpenuhi dan harus dinyatakan dikesampingkan,” jelas hakim Dwi Winarko. 

Sedangkan untuk dakwaan kedua, hakim Dede Suryaman berpendapat bahwa hakim tidak punya keyakinan terdakwa dengan sengaja menggerakkan orang untuk menyerahkan barang sesuatu dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, sehingga menyebabkan PT TEMAS menderita kerugian.

“Maka unsur pasal 378 sebagaimana dakwaan kedua tidak terbukti dan harus dikesampingkan,” ungkap Dede Suryaman. Putusan bebas tersebut langsung disambut suka cita terdakwa dan keluarga yang menghadiri sidang.

Sebaliknya, Jaksa Farkhan Junaidi dan Jaksa Agung Rochaniawan dari Kejari Tanjung Perak yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara 3,6 tahun, menyatakan pikir pikir untuk mengajukan kasasi. “Kami masih pikir-pikir dulu,” katanya sambil meninggalkan ruangan sidang. 

Untuk diketahui, Setyo Hartono terpaksa duduk dikursi pesakitan setelah dilaporkan oleh Albert Simamora selaku kuasa Harto Khusumo, Direktur Utama PT TEMAS. Setyo dilaporkan atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang pengoperan hak sewa lahan milik TNI AL di jalan Kalianak Pesapen Surabaya sebesar Rp 20 miliard....(Mul).

Sebelumnya Jelang Pilgub, Polres Malang Serius Patroli Cyber
Selanjutnya Gara-gara Tersinggung, Istri Pukul Pelipis Suaminya Dengan Paving.