Setahun, Diduga Sekolah Ini Pungut Dana 1,5 M Dari Murid Lewat Komite.

Setahun, Diduga Sekolah Ini Pungut Dana 1,5 M Dari Murid Lewat Komite.

Gresik, suara-publik.com Sekolah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Duduksampeyan,Gresik, Jawa Timur, melalui Komite menarik sumbangan sebesar Rp 150.000,. kepada seluruh siswanya.

Penarikan sumbangan dilakukan kesemua siswa mulai dari kelas X sampai kelas XII semua jurusan, dengan keseluruhan siswa mencapai 870 murid.

Penarikan sumbangan sendiri telah dilakukan sejak tahun ajaran 2018/2019, namun menurut beberapa sumber penarikan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Mengenai hal itu, salahsatu wali siswa inisial D mengaku keberatan. Pasalnya, dengan nominal yang cukup lumayan tinggi, dirinya sampai harus menunggak sampai tahun ini.

“Saya hanya takut tidak bisa membayar sumbangan ini, padahal penghasilan saya juga hanya menggantungkan dari hasil warung,” kata wali murid, yang termasuk keluarga miskin ini, kamis (9/7).

Menurut dia, penarikan uang tersebut terkesan menekan dan memberatkan bagi dirinya. “Mau tidak mau saya harus bayar, demi anak saya harus sekolah, meski ini dirasa sulit.,” terangnya dengan suara gemetar.

Sementara itu, saat ditemui di SMKN 1 Duduksampeyan, menurut keterangan Waka Humas, Bichan, Kepsek tidak bisa ditemui karena sedang sakit meski saat itu posisi Kepsek berada di Kantor sekolah, namun Humas Sekolah menerangkan, jika tidak ada uang Komite tersebut, “tidak ada uang komite mas, tahun ini tidak ada,” ungkap Bichan, Waka Humas SMKN 1 Duduksampeyan.

Terpisah, Ketua Goverment Coruption Watch (GCW) Sahar Sulur, mengaku akan mendalami kasus ini, karena menurut Sulur, harusnya tarikan Komite sifatnya tidak mengikat dan hanya berbentuk sumbangan, “Wah itu tidak boleh, kalau menurut kaca mata saya, itu patut diduga pungli,” paparnya, saat dihubungi melalui sambungan selulernya. Jumat (10/7).

Sulur berencana dalam waktu dekat ini akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk ke aparat penegak hukum guna menyikapi kasus ini, karena dengan nilai murid yang mencapai 870 siswa, dalam setahun terkumpul 1.5 Milyar lebih.

"ini kan aliran dana nya yang kita cari, terlebih dari itu saya sampaikan dengan tegas kasus ini akan saya tuntaskan jika memang ada hal yang tidak sesuai aturan perundangan, maka kita akan segera melaporkan pihak sekolah atau Komite," tegas sulur.

Dikutip dari salah satu berita online, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, menegaskan jika SMA dan SMK Negeri dilarang melakukan pungutan, iuran, atau bentuk lain yang bersifat wajib kepada peserta didik baru.

Menanggapi adanya sejumlah informasi tentang adanya kewajiban membayar sejumlah uang pada sekolah-sekolah negeri, kata dia, Dinas Pendidikan akan segera melakukan klarifikasi kepada sekolah-sekolah tersebut.

"Penggalangan dana dalam bentuk sumbangan sukarela hanya dapat dilakukan oleh Komite Sekolah sesuai amanat Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.

Bentuknya berupa bantuan dan/atau sumbangan sukarela, bukan pungutan," tutur Wahid.

Diketahui, SMKN 1 Duduksampeyan Gresik melalui Komite sekolah telah melakukan Pungutan sebesar 150 ribu / bulan kepada seluruh siswa, pembayaran dilakukan di sekolah dengan bukti kwitansi yang di stempel Komite.(wahyu/imam).

Sebelumnya Hadirkan Chef Asal Surabaya, Cafe and Resto LL Grand Opening di Jombang.
Selanjutnya GCW Laporkan Mantan Kades Pandanan, Ke Kejari Gresik.