Setelah Ada Yang di Panggil KPK, Pejabat Pemkab Bondowoso Galau.

Setelah Ada Yang di Panggil KPK, Pejabat Pemkab Bondowoso Galau.

Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Sejumlah Camat yang terkait pelepasan tanah Negara (TN) di Bondowoso mulai ketar ketir, setelah beredar kabar adanya beberapa oknum yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, ada salah satu Camat mengaku pasrah apabila dipanggil KPK. Sebab, tidak hanya dirinya yang terkait dengan kasus pelepasan TN, kerena banyak camat yang terlibat. “Saya siap dipanggil oleh KPK, karena itu perangnya orang-orang elit,”kata Camat yang berinisial “S”. Bahkan, ia berharap tidak hanya dirinya yang berhadapan dengan penyidik KPK, tapi semua camat dan pejabat yang terlibat harus dipanggil.

“Biarin dipanggil semua, agar tahanan penuh,”ujar S dengan nada ketakutan, melalui WA, kepada suara-publik.com. Lebih jauh ia mengungkapkan, pelepasan TN dari masyarakat kepada PT BSI, berdasarkan perintah dari atasannya kepada dirinya selaku Camat. Sedangkan Camat hanya meneruskan kepada Kepala Desa.

“Tapi, beruntung yang saya tandatangani buka akte, tapi surat pelepasan saja,”imbuhnya.

Kasus pemanggilan oleh KPK kepada sejumlah Pejabat di lingungan Pemkab Bondowoso bermula, sejak salah satu warga masyarakat Bondowoso dijemput KPK. Menurut informasi, sudah ada tiga orang pejabat Pemkab Bondowoso yang diduga tidak luput dari pemeriksaan penyidik KPK di kantor BPK Sidoarjo.

Selain itu, informasi yang dihimpun suara-publik.com, hari Senin, (14/5/2018) tiga orang pegawai negeri sipil Pemkab Bondowoso, akan menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta. Namun salah satu warga Bondowoso diduga akan menjalani pemeriksaan lebih awal pada hari Jum’at (11/5/2018).

Adanya kabar KPK turun ke Bondowso, masyarakat banyak berharap kepada KPK, agar pemeriksaan tidak hanya dilakukan kepada PNS kelas bawah, tapi juga dilakukan kepada pejabat elit dilingkungan Pemkab Bondowoso yang terlibat kasus TN.

Sebelumnya Hayono Isman Turut Berbela Sungkawa Atas Wafatnya Polisi di Mako Brimob.
Selanjutnya Jual Onderdil Milik Orang Lain, Arek Kedinding di Bui.