Setelah di Lantik, Sekda Syaifullah Janji Bagi-Bagi Proyek Kepada Wartawan.
Foto: Bupati Salwa saat melantik Sekda Sulyaifullah.

Setelah di Lantik, Sekda Syaifullah Janji Bagi-Bagi Proyek Kepada Wartawan.

Laporan: Redaksi.

BONDOWOSO, Suara-Publik.com Setelah sekian lama menunggu Sekda devinitif, akhirnya Bupati Bondowoso Salwa Arifin menentukan sikapnya dengan mengangkat dan melantik Syaifullah, sebagai Sekda Bondowoso. Selasa pagi, (307/2019) di Pendopo. Dalam pernyataannya Bupati Bondowoso berharap kepada Sekda yang baru dilantik untuk menjalankan amanah sesua dengan sumpah janji yang telah diucapkan.

“Pesan saya kepada Sekda yang baru, agar melaksanakan tugas dengan melakukan koordinasi pada semua OPD dan elemen masyarakat untuk membangun Bondowoso menjadi lebih baik,”kata Bupati Salwa.

Usai pelantikan, Syaifullah melakukan konfrensi pers, dalam keterangannya Sekda mengatakan, sesuai dengan perintah Bupati, ia akan bekerja keras untuk membangun Bondowoso dengan profesional. Syaifullah mengajak teman-teman media untuk bersinergi membangun Bondowoso.

Bahkan, wartawan dihimbau untuk memanfaatkan dirinya untuk kehidupan yang lebih baik. “Jadi apa yang kita lakukan akan saya berikan kepada teman-teman wartawan, karena saya paham betul, bekerja sebagai jurnalis tidak akan selamanya.

Lewat pintu saya, tambah Syaifullah, oleh karena itu mari kita membangun kehidupan yang lebih baik kedepan,”kata Syaifullah.

Ia berjanji, selama kepemimpinannya, harus bersih, ia akan hidup dengan gaji dan honor, dan tidak akan pernah main proyek, karena ia mempunyai waktu delapan tahun untuk membangun Bondowoso.

“Saya berharap kepada teman-teman untuk berlari cepat, karena kita sekarang dihadapkan pada sebuah kompetisi, kita tidak boleh santai, saya akan melakukan yang terbaik untuk teman-teman,”ujarnya.

Ketika ditanya terkait kemarahannya terhadap staf BKD, Syaifullah mengakui, karena ia merasa staf BKD kurang cepat bekerja. Misalkan, perintah Bupati hari Senin pelantikan jam 8, kemudian ada undangan yang harus keluar kota, dan itu memerlukan ijin dari Gubernur, seperti Kepala BKD, Kepala Bakorwil, hingga jam 4 sore belum ada undangan. “Jadi saya sampaikan, kalau bekerja seperti ini fatal, seperti saya diperintah oleh Bupati, harus ke alun-alun, jadi sebelum saya menuju kesana saya harus tanya kepada Bupati, dan saya harus punya inovasi, ke alun-alun itu saya harus naik apa dan berapa jarak tempuhnya. Bukan saling melempar antara Kabag Umum dengan BKD,”ungkapnya.

Menurutnya, ia marah kepada bawahan itu karena ia mencintai, tapi jika tidak marah berarti ia tidak mencintai mereka. Namun, ketika marah jam 9, maka saat itu juga sudah selesai. “Saya katakan, saat itu juga saya berpelukan dengan mereka, karena saya akan membangun Bondowoso dengan cinta kasih, kepemimpinan saya berkarakter, berdasar cinta, dan cinta itu tidak hanya diucapkan, tapi disertai dengan doa kepada Allah,”ujarnya.

Sebelumnya LSM Lacak Minta Bupati Bondowoso, Waspadai Pejabat Yang Arogan.
Selanjutnya Kunjungi Desa Wonokerto Klabang, Ibu Wabup Sosialisakan Stunting.