Setelah Surabaya, Kini Pekerja Seni Gresik Gelar Demo.

Setelah Surabaya, Kini Pekerja Seni Gresik Gelar Demo.

Gresik, suara-publik.com - Demo dan Demo di saat Sambari diakhir kekuasaannya, kali ini Aliansi Pekerja Seni Gresik bersatu dan melakukan aksi damai yang dimulai dari Lapangan Metatu Benjeng Gresik. Kamis (6/8) Ratusan massa yang terdiri dari artis penyanyi, musisi, mc, pemain jaranan, pengusaha terop, pengusaha sound system, lighting, kameramen / video syuting, dekorasi tumplek blek berorasi meneriakkan ketidak adilan.

Aksi yang berpusat di gedung DPRD Gresik ini menuntut pelaksanaan Perbup No.22 tahun 2020 agar di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian dalam hal ini terkait perizinan keramaian dan penghapusan denda sebesar 25 juta yang diterapkan oleh Pemkab Gresik bagi mereka (warga masyarakat) yang tetap melakukan acara keramaian atau hajatan.

Bukan tanpa alasan Aliansi Pekerja Seni Gresik ini mendatangi Kantor DPRD Gresik. Karena mereka sudah merasa kesal dan di ping pong oleh Dinas Pariwisata terkait izin keramaian tersebut yang sampai detik ini belum juga di berikan.

” Kalau selama lima bulan kami tidak bisa bekerja karena tidak ada izin keramaian dari kepolisian terus keluarga kami makan apa. belum lagi tanggungan spp anak dan angsuran kendaraan” kata Zeti Akila salah satu biduan yang hadir saat demo.

Mereka berharap agar Forkopimda Gresik bisa mengabulkan tuntutan teman – teman aliansi pekerja seni agar dapurnya bisa mengebul kembali.(wahyudi)

Sebelumnya Warga Desa Gelanggang Terima Bantuan "Blt-Jps" Bersumber Apbd Tahap II.
Selanjutnya Badan Buruh dan Pekerja PP Aksinya Didengar, Presiden Terbitkan Inpres no 6 Tahun 2020.