Setyo Budi Sebut, Minimnya Gedung Pelayanan Dispenduk Capil Jadi Hambatan.
Foto: Setyo Budi Ketua Komisi I DPRD BONDOWOSO saat diwawancarai awak media.

Setyo Budi Sebut, Minimnya Gedung Pelayanan Dispenduk Capil Jadi Hambatan.

Laporan Tikno Hariyanto.

BONDOWOSO (Suara-Publik.Com) - Banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan Dispenduk Capil Bondowoso khususnya pencetakan E-ktp yang selama ini dianggap tidak maksimal, membuat Komisi I DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke kantor Dispenduk Capil. Kamis (10/01/2019) kemarin.

Kepala Dispenduk Capil Bondowoso, M. Tammin, mengatakan, sehubungan dengan persediaan blangko E-Ktp kosong sejak tanggal 26 Desember 2018 Dispenduk Capil tidak melayani pencetakan atau menerbitkan E-Ktp yang sebelumnya masyarakat hanya mendapatkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti E-Ktp.

Namun, masa berlakunya hanya 6 bulan. "Keterlambatan pengiriman blangko dari pusat sehingga pelayanan tidak maksimal,"kata Tammin.

Sementara itu, Ketua Jomisi 1 DPRD Bondowoso Setyo Budi, seusai melakukan peninjuan kebeberapa ruang di Dispenduk Capil menyampaikan kepada sejumlah wartawan, minimnya tentang pelayanan dasar, seharusnya ada gedung yang cukup bagus untuk melayani masyarakat.

"Cuma sampai hari ini belum bisa lakukan dan hal ini merupakan sebuah PR kita bersama," kata Setyo Budi.

Terkait rekomendasi pengadaan alat di Kecamatan memang sudah jadi agenda Komisi I, termasuk di desa. dan di Kecamatan ada Pelayanan Administrasi Dasar Kecamatan (Paten) untuk mengkafer kegiatan-kegiatan pelayanan dasar.

"Di Kecamatan harus ada operator yang bisa membantu kegiatan Dispenduk Capil lebih maksimal,"terang Politisi Gerindra ini.

Setyo Budi menambahkan, nantinya ada gedung yang melekat di Kecamatan dapat di sket-sket buat pelayanan khusus. Sementara keluhan Dispenduk Capil sendiri untuk pelayanan maksimal bagi masyarakat masih ada hambatan, dan kendalanya adalah keterlambatan pengiriman blangko dari pusat yang jumlahnya hanya 500 lembar.

"Sedangkan Dispenduk sendiri sebelumnya membutuhkan atau melayani pencetakan 300-500 orang per hari,"tandasnya.

Terkait calo yang dianggap berkeliaraan di Dispenduk Capil, Setyo Budi mengungkapkan, bahwa terkait pelayanan dasar itu tidak dipungut biaya dan itu hanya merupakan keluhan dari masyarakat, sejauh ini Dispenduk Capil aman-aman saja. "Kalau memang ada hal seperti itu kita flor tidak perlu menutup nutupi, kita akan mencari solusi jalan keluarnya, "imbuhnya.

Sebelumnya Dinas PMPTSP dan Naker Bondowoso Gelar Pelatihan Berbasis Masyarakat, Selama 15 Hari
Selanjutnya Pengen Jajan Koq Curi Kabel, 2 Pria Ini Ditangkap Polsek Genteng.