Sidang Perdana Alfa, Terdakwa Laka Lantas Hingga Korbannya Patah Tulang Lehernya.
Foto: Timothy berkaca mata, Alfa saat didampingi LBH Lacak pada persidangan.

Sidang Perdana Alfa, Terdakwa Laka Lantas Hingga Korbannya Patah Tulang Lehernya.

Laporan Mulyono.

Surabaya, Suara Publik.com - Alfa Cahya Septiyan (26) terdakwa dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) hari ini menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan  dan berlanjut ke pemeriksaan saksi korban.

Pemuda asal Jember yang indekost dijalan Pulosari.III/3 Surabaya ini, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, telah lalai dalam berkendara dijalan raya sehingga menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan korban Timoty cedera patah tulang leher dan retak dibatok kepala.

Namun karena terdakwa tidak koperaktif dan tidak ada etikad baik terhadap Timoty (korban), maka akibatnya terdakwa dilaporkan ke Polisi hingga kini dijadikan terdakwa untuk mempertanggung

jawabkan perbuatannya. Dalam persidangan yang dipimpin Dewi Iswani selaku Ketua Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini, sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya H.Moch Sudjai dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak, Kamis (07/02/2019).

Menurut keterangan saksi korban, kejadian kecelakaan ini berawal ketika korban berangkat dengan mengendarai sepeda motor Honda CB 150 R Nopol L-3004-DH berjalan dari arah akan berbelok kekiri, namun tiba tiba datang terdakwa dari jalan Batanghari bermaksud menyeberang ke jalan Indragiri dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo Nopol P-6203-RF hingga terjadi kecelakaan tersebut.

Akibat dari kecelakaan tersebut korban terpental dari motornya yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang leher dan retak di batok kepala.

Masih kata korban, akibat dari kecelakaan ini korban menghabiskan beaya pengobatan hingga Rp 200 juta sedangkan motornya mengalami pecah pada mesin dan korbanpun tidak dapat beraktifitas dalam pekerjaannya hingga 3 bulan lebih.

Atas kejadian tersebut, karena terdakwa tidak koperaktif dan tidak ada etikad baik terhadap korban, maka JPU menjeratnya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat (3) Undang Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan...(Mul).

Sebelumnya Polrestabes Surabaya Berserta Jajaran Dalam 12 Hari, Berhasil Ungkap 217 Kasus Narkoba dan Miras.
Selanjutnya Sururi SH. MH: Parameter Hukum Itu Harus Jelas Dan Rinci, Pisma dan PTT Bukan Nama Perusahaan.