Sidang Transaksi 3,5 Juta Pil Koplo Seharga Ratusan Juta, Christin dan Johans Akui Sebagai Pengedarnya.
Foto: Terdakwa Christin Setiawan dan terdakwa Johans, menjalani sidang yang digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Selasa (22/09/2020)

Sidang Transaksi 3,5 Juta Pil Koplo Seharga Ratusan Juta, Christin dan Johans Akui Sebagai Pengedarnya.

Surabaya, suara-publik.com - Sidang lanjutan perkara peredaran pil doeble L sebanyak tiga juta lima ratus ribu butir , dengan terdakwa Christin Setiawan anak dari TAN SIN SIEN (alm) dan terdakwa Johans anak dari Ardianto Setiawan (alm), digelar di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Selasa (22/09/2020).

Sidang dengan agenda pemeriksaan terhadap terdakwa Christin (59) dan terdakwa Johans (31), mereka mengaku sengaja menjual 3,5 juta Pil Dobel LL atas pesanan terdakwa Hendri Setiono (33).

Selama ini hanya menerima pesanan dari Hendri melalui pesan singkat Whatsapp. “Saya kirim atas perintah Hendri, yang mulia, kalau tidak ada perintah tidak saya kirim. Barang itu saya dapatkan dari Mervin (DPO),” ujar Cristin melalui sidang online kepada Hakim Safri Abdullah.

Sementara itu, Johans mengaku memesan jutaan Pil LL itu dari Mervin. Ketika menerima pesanan dari Hengki, Johans menelpon langsung Mervin yang kemudian dikirim melalui jasa pengiriman barang. “Pesannya ditranfer pakai setor tunai pak, dalam sebulan ada sekali hingga dua kali pesanan pak Jaksa. Kalau ditotal ya kurang lebih semuanya ada 20 kali pengiriman,” aku Johans.

Johans juga mengaku, menjual satu dos Pil LL tersebut seharga Rp 22 juta, ia mengambil untuk dari pembelian satu dos Pil LL yang dibelinya dengan harga Rp 19 juta. “Iya betul pak Jaksa,” ucapnya.

Setelah mendengarkan pengakuan kedua terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan.H akan melanjutkan sidang berikutnya pada hari kamis minggu depan dengan agenda tuntutan.

Diketahui pada sidang sebelumnya, sudah didengar atas kesaksian tiga terdakwa dalam berkas penuntutan terpisah dalam perkara yang sama yakni saksi Budiono ( berkas terpisah), Firjiawan ( berkas terpisah) dan Henri Sutiono alias Along ( berkas terpisah) yang ketiganya berada di Rutan Medaeng. Perlu diketahui, dalam dakwaan jaksa, bahwa terdakwa Christin dan terdakwa Johans pada hari Selasa tanggal 18 Pebruari 2020, sekira pukul 02.00 Wib, bertempat di rumah kontrakan jalan Gading Grandong Blok CD/8 Kelapa Gading Jakarta Utara.

Berawal saksi Henri Sutiono alias Aling ( berkas terpisah)menghubungi Christin lewat WA untuk membeli pil doeble L sebanyak 10 dos seharga Rp 22,5 juta.

Selanjutnya terdakwa menghubungi terdakwa Johans memberi tahu kalau ada yang memesan 10 dos pil doeble L.

Selanjutnya terdakwa Johans menghubungi Mervin (DPO) untuk memesan 10 dos pil koplo tersebut, karena Johans tidak dapat memesan, maka terdakwa Christin memesan sendiri ke Mervin (DPO).

Selanjutnya barang dikirim melalui ekspedisi Wibowo a/n.penerima Saudara Bintang dan pengirimnya a/n. Frans Bandung. Sesuai petunjuk kedua terdakwa. Resi pengiriman barang diteruskan ke kepada saksi Ardianto Sutiono alias Aling ( berkas terpisah).

Pembayaran melalui transfer rekening BCA atas nama : NURLELA, DHANI ANTONIUS,JOHANS dan FEBRY SASTRAWIJAYA. Kedua terdakwa Christin dan Johans telah memesan pil doeble L sebanyak 30 kali, atau sebanyak 3,5 juta butir pil doeble L.

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 26 Pebruari 2020, dirumah kontrakan jalan Gading Granding Blok CD/8 Kelapa Gading Jakarta Utara, saksi Bagus Mukaryadi ,SH dan saksi Adi Irawan ,SH dan tim, dari Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap terdakwa Johans di Boulevard Raya Kelapa Gading Jakarta Utara, dan dilakukan pengembangan kepada terdakwa Christin dan Terdakwa Henri Sutiono alias Along ( berkas terpisah).

Dalam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan H, SH dari Kejari Surabaya, mendakwa kedua terdakwa dengan ancaman dalam pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), UU RI. Nomer 36 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.(sam)

Sebelumnya Wakapolda Jatim, Kunjungi Posko Ops. Yustisi Polres Gresik.
Selanjutnya Bambang Bima Adhis Pratama Penghina Nabi Muhammad, Divonis 7 Bulan Penjara.