Sinta Nuriyah Wahid Ajak Masyarakat Pahami Hakikat Bulan Puasa
Foto : Ibu Sinta Nuriyah Wahid Pada Saat Acara

Sinta Nuriyah Wahid Ajak Masyarakat Pahami Hakikat Bulan Puasa


BONDOWOSO, (Suara Publik) - Setiap bulan suci ramadahn istri mantan Presiden ke-4,Sinta Nuriyah Wahid, selalu hadir ke Bondowoso. Dalam kunjungannya ke Ponpes Manbaul Ulum, di Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari, ia mengajak umat Islam Indonesia untuk memahami makna dan hakikat puasa.  

Tahun ini Ibu Sinta Nur Wahid datang ke Bondowoso untuk melakukan kegiatan buka bersama dengan kaum dhuafa, selain di pendopo kabupaten juga di beberapa pesantren yang ada di desa, dan sekarang saya berbuka di ponpes Mambaul Ulum.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ibu Sinta juga membagikan 100 paket sembako kepada kaum dhuafa yang hadir. Paket tersebut berisi bahan pokok dan kue lebaran. Hadir dalam acara itu Bupati Bondowoso, Drs.H.Amin Said Husni, Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah, dan beberapa pejabat pemkab Bondowoso.

“Dengan memahami makna dan hakikat berpuasa sama halnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”kata Ibu Sinta Nuriyah Wahid saat mengawali sambutannya, Minggu malam, (18/06/2017).

Lebih jauh Sinta memaparkan, jika memahami makna dan hakikat puasa, dan menjalankan sebaik-baiknya, maka puasa itu tidak hanya akan diterima Allah dan tidak hanya mendapat pahala berlipat, tetapi juga bisa menjaga, membela serta merawat negara tercinta, Indonesia.

“Hakikat puasa bermakna pengendalian diri, nafsu dan juga tentang pelajaran moral dan budi pekerti yang luhur. Karena puasa mengajarkan tentang kejujuran, keadilan, kesederhanaan, saling mengasihi, saling berbagi rejeki dan hal positif lainnya,”kata Istri Gusdur.

Dengan berpuasa tentunya tidak saling menggunjing, menebar kebencian, apalagi memfitnah,harus hidup rukun dan damai, saling menghormati, menghargai, mengasihi dan tolong menolong. Selain itu, Sinta mengajak masyarakat untuk merajut hubungan baik antaranak bangsa Indonesia, karena itulah Bhineka Tunggal Ika.

“Kita harus menjunjung tinggi perbedaan, karena perbedaan itulah yang tersurat dan tersirat di Bhinekia Tunggal Ika,”terangnya.

Mantan ibu negara ini mengemukakan bahwa setiap tahun di bulan Ramadhan, dirinya berkeliling di banyak tempat untuk bersahur dan berbuka bersama dengan kaum dhuafa atau kalangan masyarakat yang termarginalkan, seperti tukang ojek, kuli bangunan, pemulung dan para pengemis.

“Saya sempatkan untuk hadir dan berbagi dengan mereka, apalagi pada bulan suci ini, rasanya sangat nikmat ketika saya bisa dekat dengan mereka,”ujarnya

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu Sinta Nuriyah, yang setiap tahun hadir ke Bondowoso untuk melaksanakan buka bersama sekaligus memberikan pemahaman tentang makna puasa.

“Alhamdulillah, di hari ke-23 bulan Ramadhan, kita bisa bersilaturrahim dengan ibu Sinta. Beliau hadir setiap tahun ke Bondowoso,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan, kegiatan sepanjang Ramadhan di Bondowoso berlangsung hidmat. Syiar Ramadhan berlangsung semarak yang diawali dengan pawai taaruf untuk menyambut Ramadhan penuh suka cita, sehingga dengan kegiatan tarawih, tadarus serta qiyamul lail berjalan dengan hidmat.

“Alhamdulillah suasana kerukunan umat beragama berlangsung dalam suasana yang harmonis dan penuh toleransi antarumat beragama,” terang Bupati.

Ditempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum KH Salwa Arifin yang juga Wakil Bupati Bondowoso mengaku bangga karena lembaganya dihadiri istri Gus Dur. Dengan hadirnya ibu nyai Sinta, masyarakat di daerahnya bisa bertemu langsung dengan mantan isteri Presiden.

“Semoga, kehadiran Ibu Nyai Sinta ke ponpes manbaul ulum ini, kita berharap akan membawa kemajuan bagi Bondowoso dan meningkatkan ibadah puasa kita,”harap Wakil Bupati Bondowoso.(her)

Sebelumnya Kapolres KP3 Pimpina Apel Operasi Ramadniya 2017
Selanjutnya Layanan RS. dr. Soewandi Amburadul, Banyak Pasien Terabaikan