Situs Goa di Desa Karangsengon Tak Terawat Dan Memprihatinkan.

Situs Goa di Desa Karangsengon Tak Terawat Dan Memprihatinkan.

Dilaporkan oleh : Muhammad Susyanto

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Situs cagar budaya Desa Karagsengon Kecamatan Klabang yang ditemukan warga pada tahun 1985 tidak terawat dan memprihatinkan. Bahkan banyak rumput liar hingga menutupi goa.

Seperti yang diungkapkan, Muhammad, salah satu warga setempat mengungkapkan, pada saat goa itu ditemukan banyak yang berkunjung, hanya ingin memastikan bahwa di Desa Karangsengon ada goa peninggalan bersejarah. Meski transportasi jalan saat itu tidak memadai.

Namun justru dengan dibangunnya infrastruktur yang menuju kedusun Blangguan kondisinya malah tak terawat, rumput liar menutupi permukaan goa, sehingga mulut goa hampir tertutup.

“Praktis goa itu sama sekali tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun Kabupaten. Padahal, goa itu peninggalan bersejarah yang harus dirawat keberadaannya,”kata Muhammad.

Masih menurut Muhammad, asal mula penemuan goa itu ketika warga inggin membangun jalan sepanjang 3 kilometer menuju ke dusun Blangguan, karena jalan itu hanya setapak dan becek ketika hujan, maka warga setempat membangun akses jalan, hingga kemudian setelah sampai dilereng bukit. Secara tidak sengaja warga meratakan tanah dengan cangkul, dan mengenahi batu cadas yang berlobang.

“Seketika itu warga kaget, karena setelah digali lobang itu berbentuk pintu segi empat. Karena penasaran, penggalian diterus sampai kedalam, dan ternyata didalam goa itu ada sebuah peti,”ungkapnya.

Masih Muhammad, pekerjaan jalan akhirnya terhenti setelah adanya penemuan goa, dan didalam goa ditemukan sebuah peti yang berisi patung kurang lebih tingginya 20 centimeter. Tidak hanya, patung tapi ada sejumlah mainan kalung manik yang jumlahnya tidak sedikit.

Hanya saja barang itu hingga kini tidak dikatehui keberadaannya. “Sejak saat itu, penemuan goa hingga terdengar kemana-mana, hingga setiap hari banyak yang datang, bahkan dari luar kota Bondowoso, hanya ingin tahu goa itu,”tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya turun tangan, untuk melestraikan goa itu. Diakui kata dia, campur tangan pemerintah sangat membantu, karena perawatan terus dilakukan, meski hanya beberapa bulan saja.

“Dan sekarang kondisi goa itu sangat memprihatinkan, pemerintah Kabupaten Bondowoso tak lagi peduli, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja,”ketusnya.

Ia sangat berharap, pemerintah kabupaten Bondowoso segera turun untuk memperbaiki situs itu, agar goa itu tidak terbengkalai. “Tentunya, pemerintah harus hadir melihat keberadaan goa itu, karena goa itu merupakan situs sejarah dari nenek moyang kita yang harus dijaga dan dilestarikan,”imbuhnya.(*)

Sebelumnya Foya-Foya Gunakan Uang Perusahaan, Seorang Super Visor di Ciduk.
Selanjutnya Kosgoro Hasilkan Arah Baru Pada Mubes ke XI di Elmi.