Smk Nu Bahrul Ulum, Menjaga Kualitas Kbm di Tengah Pendemi Covid-19.

Smk Nu Bahrul Ulum, Menjaga Kualitas Kbm di Tengah Pendemi Covid-19.

Gresik, suara-publik.com - SMK NU Bahrul Ulum merupakan salah satu Sekolah Adiwiyata Menengah Kejuruan yang berbasis Industri dan Ketarunaan (TNI AD) yang berada didaerah Gresik Selatan tepatnya di desa. Pelemwatu Menganti Gresik.

Pandemic Global Covid-19 menjadi perhatian khusus dalam eksistensi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan Indonesia, tidak terlepas juga SMK NU Bahrul Ulum.

Kepala Sekolah SMK NU Bahrul Ulum, Muhmmad Mujahidin, S. Pd menekankan agar public/Wali Murid tidak cemas dan dapat membedakan antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) online daring/luring dan Pembelajaran berbasis OffLine (Tatap muka) meskipun dengan niat dan tujuan penyerapan yang sama, kondisi seperti ini, menuntut SMK NU Bahrul Ulum terus berinovasi untuk memberikan fasilitas terbaik kepada guru/murid agar pembelajaran KBM tetap berjalan sesuai program sekolah.

Diantaranya 1. Mendirikan Pusat IT/PJJ online

2. Memfasilitasi siswa yang tidak memiliki HP dengan KBM tatap muka disekolah/dirumah

3. Memfasilitasi Kegiatan Praktik Kejuruan (terbatas dengan Protokol kesehatan).

Menurut Pria yang akrab dipanggil Muja ini,pembelajaran secara online atau Dalam Jaringan (Daring) merupakan salah satu bagian dari PJJ.

Artinya, bagi sekolah dimana yang wilayahnya harus melakukan PJJ tidak serta merta berarti pembelajaran di sekolah tersebut harus dilakukan secara daring.

“Mohon tidak disamakan.karena Di PJJ sendiri itu terdiri dari banyak kategori, Daring dan Luring. Kalau pembelajaran daring itu pembelajaran secara langsung yang dilakukan guru dan murid secara interaktif.

Misalnya lewat Video Conference Zoom, Google Meet, dan seterusnya. Dan itu dilakukan manakala tidak ada hambatan di akses internet dan gawai atau perangkat lainnya,” kata Muja, selasa (5/8).

Sedangkan untuk PJJ secara daring pun, lanjut Muja, peserta didik masih bisa memanfaatkan sarana Learning Management System (LMS) yang sudah disediakan Kemendikbud secara gratis lewat pelat forum rumah belajar, ataupun melalui platform swasta seperti Ruangguru, Zenius, dan sebagainya.

“Kalau misal itu tidak dilakukan, maka banyak sekarang praktek melalui Medsos. Memang kalau lewat media sosial tidak semuanya bisa interaktif.

Bisa melalui Wa, YouTube, FB, IG, dan sebagainya. Semua yang berbasis digital bisa kita optimalkan untuk belajar daring,” katanya.

PJJ Online tidak selalu harus dilakukan secara daring seperti yang telah ia jelaskan sebelumnya.

Utamanya bagi sekolah atau satuan pendidikan yang jaringan internet dan fasilitas pendukung daring lainnya kurang memadai, maka PJJ secara Luar Jaringan (Luring) bisa menjadi opsi yang diterapkan.

Disisi lain Kepala Sekolah yang familiar ini, miris melihat dunia pendidikan Indonesia saat ini, dimana banyak ketimpangan dan ketidak adilan yang dirasakan utamanya bagi siswa/ wali murid dari kalangan menengah kebawah yang tidak memiliki HP/kuota internet.

Dunia pendidikan Butuh solusi bukan sekedar simulasi. Semoga wabah segera berlalu dan semua dapat beraktifitas seperti dahulu” tegasnya.(imam/wahyu)

Sebelumnya Ketua GCW Kecewa, Laporan Dugaan Korupsi Ngendon di Kejari Gresik.
Selanjutnya Ribuan Massa Geruduk Balai Kota, Tuntut Perwali 33 Direvisi Atau Dicabut.