Spesialis Pencuri di Masjid Tertangkap Polrestabes Surabaya.

Spesialis Pencuri di Masjid Tertangkap Polrestabes Surabaya.

Laporan Tom. SURABAYA - Solehudin (37) akhirnya dibekuk Tim Anti Bandit Sat Reskrim Polrestabes Surabaya karena melakukan pencurian di lima lokasi berbeda. Penangkapan terhadap pria yang beralamat di Jl Sidotopo Surabaya ini berawal dari informasi salah seorang korban bernama Prasidya Dharma yang melaporkan bahwa tasnya yang berisi laptop telah hilang, sesaat setelah menunaikan sholat di Masjid Universitas Surabaya Jl Kalirungkut Surabaya, Jumat (20/10/2017) lalu.

Beruntung, disekitar lokasi kejadian ada kamera CCTV yang merekam kejadian tersebut. Berbekal CCTV tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan. Sehari kemudian, polisi juga mendapat laporan bahwa ada pencurian yang terekam CCTV di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Benar saja, ternyata pelaku pencurian di PTC tersebut adalah Solehudin.

Darisana, polisi langsung menyebar foto-foto pelaku disetiap mall di Surabaya. Akhirnya penyelidikan membuahkan hasil, Selasa (31/10/2017) lalu polisi mendapat informasi bahwa pelaku saat ini sedang berada di Royal Plaza Surabaya. Sehingga polisi langsung bergegas dan melakukan penangkapan.

"Meskipun awalnya pelaku tak mengakui perbuatannya. Pelaku akhirnya langsung mengaku setelah video CCTV yang merekam aksinya ditunjukkan polisi," ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana, Rabu (8/11/2017) lalu.

Dewa menambahkan, saat di interogasi, ternyata pelaku sudah melakukan pencurian sebanyak lima kali. Diantaranya di PTC Mall, masjid Universitas Surabaya, masjid Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), masjid Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan masjid Untag Surabaya.

"Dalam menjalankan aksinya, pelaku ini selalu memanfaatkan keteledoran korban-korbannya. Saat korban lengah, langsung saja tas korban yang berisi barang berharga disikat pelaku," tambahnya. 

Sementara itu dihadapan polisi, Soleh mengaku dirinya kerap berpura-pura sholat. Saat korbannya sedang fokus menunaikan sholat, dirinya langsung mengambil tas yang sudah diincarnya. "Biasanya saya dapat ponsel dan terkadang dapat laptop. Nah setelah dapat langsung saya jual di Pasar Loak Gembong, kalau laptop biasanya saya jual Rp 750 ribu," aku pria bertubuh kurus ini.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini Soleh dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara.

Sebelumnya Wakapolresta Pasuruan Sidak ke DPPM Kota.
Selanjutnya Seminar Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen ke 5 UUD 1945.