Staf UPT Pengairan Tlogosari Kena OTT, Saat Bagi-Bagi Uang Pada Warga.
Foto: Yoyok W saat diinterogasi tim Gakumdu.

Staf UPT Pengairan Tlogosari Kena OTT, Saat Bagi-Bagi Uang Pada Warga.

Laporan : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Salah satu Staf UPT Pangairan Kecamatan Tlogosari, Yoyok Wagiono, Warga desa Pakisan RT,08/02 Kecamatan Tlogosari terkena operasi tangkap tangan (OTT), oleh Drs.H.Samsul Hadi, saat memberikan uang kepada warga. Selasa malam, (26/6/2018).

Saat itu juga, Yoyok langsung digeladang ke kantor Panitai Pengawas (Panwas) Kecamatan Tlogosari untuk menjalani pemeriksaan awal.

Sementara barang bukti berupa pecahan uang 10 ribuan sisa yang diberikan kepada warga langsung diamankan. Yoyok mengaku, jika uang yang sudah tersebar sebanyak 70 ribu, kepada masing-masing warga mendapat 10 ribuan. Ia juga mengaku kalau uang sebanyak 130 tersebut berasal dari Kepala UPT Pengairan, Titik Tarwati untuk disebarkan kepada warga.

“Saya disuruh oleh buk Titik untuk membagikan uang itu kepada warga, agar memilih pasangan calon (Paslon) nomor 2,”kata Yoyok.

Sementara itu, Drs.H.Samsul Hadi, membenarkan kalau sudah menangkap pelaku money politik di dusun Sukojawa Desa Pakisan, pelaku tidak bisa berkutik ketika ditangkap berikut dengan barang bukti (BB) ditangannya.

“Saya sudah menduga, akan ada money politik, dan itu sudah tercium beberapa hari yang lalu, dan dugaan saya tidak meleset, setelah saya mendengar Yoyok bagi-bagi uang, saya langsung menangkapnya,”kata Samsul Hadi.

Menurutnya, kejadian bagi-bagi uang dari paslon nomor dua ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tlogosari, tapi juga terjadi dibeberapa kecamatan. Dengan modus untuk kemenangan paslon nomor dua.

“Kajadian ini sudah menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan pilkada di Bondowoso, kejadian ini sangat memalukan, karena tidak bermoral, apakah ini yang dinamakan bermartabat?,”terangnya.

Yang lebih parah lagi, menurut Samsul, otak intelektual dibalik money politik ini adalah para pejabat pemkab Bondowoso dan para staf PNS. Mereka menghalalkan segala macam cara untuk memenangkan paslon, ini perbuatan yang tidak mendidik.

“Menurut saya ini cara-cara yang tidak bermartabat, sehingga menodai demokrasi dan kedaulatan masyarakat. Oleh karena itu, saya minta kepada Gakumdu agar memproses kasus ini secara hukum sampai tuntas,”tegasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Sabar, Andi Hermanto, S.Sos, sangat menyesalkan kejadian ini. Sebab, menurut Andi, kejadian ini telah mencoreng nama baik pemerintah Kabupaten Bondowoso, terutama Bupati, karena pelakunya adalah PNS.

“Apakan memang cara-cara licik seperti ini yang dikehendaki Bupati dan jajarannya. Saya minta kepada Panwas dan Gakumdu untuk memproses secara hukum,”ketusnya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Kecamatan Tlogosari belum bisa memberikan keterangan terkait kasus ini, sehingga belum dipastikan kapan kasus ini ditindak lanjuti. Karena informasinya masih dilakukan rapat pleno.

Sebelumnya 4 Warga Trotosari Laporkan Money Politik Ke Polsek Tlogosari.
Selanjutnya Anak Buah Kades Kapuran di OTT Saat Bagi-Bagi Uang.