Tagih CSR Pgn Saka, Genpatra Kembali Rencanakan Aksi Demo.

Tagih CSR Pgn Saka, Genpatra Kembali Rencanakan Aksi Demo.

Gresik, suara-publik.com - Lagi-lagi GenPATRA menunjukkan eksistensinya dalam memperjuangkan rakyat bawah, kali ini Sekumpulan anak muda pegiat anti korupsi ini menyoroti CSR dari PGN SAKA yang dirasa belum sampai ke Masyarakat terdampak di wilayah Desa Randuboto, Sidayu Gresik.

Ancaman Demo besar pun dikumandangkan jika tidak ada kejelasan dari PGN SAKA terkait hal itu.

Sesuai informasi rilis resmi PGN Saka pada 2018, PGN Saka telah membangun Anjungan Eksplorasi Migas di Wilayah Lautan Sidayu yang bernama Lapangan Sidayu, dalam rilis PGN Saka juga menyatakan, akan berkontribusi sebesar 1,2 Trilyun Dollar sebagai pendapatan kepada Pemerintah Pusat.

Namun selama ini CSR atau Corporate Social Responsibility PGN Saka, belum pernah dirasakan Masyarakat Desa Randuboto, “PGN Saka belum pernah memberikan CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pada Randuboto, padahal Desa Randuboto pernah dapat CSR dari Petronas.

Secara partisipatif Petronas dalam pemasangan pipa melibatkan Nelayan Desa Randuboto. Sudah Lima tahun ini, pemerintah tidak ada perhatian atau menjembatani PGN Saka dengan Warga Desa Randuboto” ungkap Andy, Jumat (31/7).

Seharusnya sesuai dengan Perda No. 23 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, jelas mengatur CSR Perusahaan diberikan ke warga yang dapat berupa Pemberdayaan Ekonomi, Bantuan Langsung, dan Bantuan Sosial.

Pegiat anti Korupsi yang juga Jubir GenPATRA, Jhon oi mengatakan jika harusnya ada CSR yang diterima oleh Desa terdampak atau di wilayah sekitar PGN SAKA, hal ini menurutnya sudah diatur dakam undang-undang, "Industri adalah salah satu penopang perekonomian masyarakat, yang miris adalah banyaknya CSR yang tidak sampai kepada pemerintah Desa," ungkap Jhon oi.

Jhon oi berharap pemerintah turun tangan dalam hal ini, dirinya sempat berpikir jika ada dugaan oknum yang mengambil untung pribadi, pihaknya berjanji akan terus memantau hal ini, bahkan Jhon oi bersama GenPATRA akan segera menggelar aksi Demo besar jika pemerintah khususnya pihak PGN tidak segera memberikan klarifikasi.

"atau memang pihak Migas Saka yang dalam hal ini lalai, hal semacam ini tidak bisa didiamkan karena akan menjadi contoh Industri lain, maka pilihannya adalah ditutup atau ada klarifikasi, karena keberadaan Migas sendiri hanya menjadi kebutuhan Industri semata bukan pemenuhan kebutuhan masyarakat." pungkasnya.(wahyudi).

Sebelumnya Kapolres Gresik Miliki Strategi Khusus, Agar Masyarakat Mau Pakai Masker.
Selanjutnya Peduli Nutrisi Ditengah Pandemi, Tomas-Togah RW 3 Kupang Krajan Bagikan Daging Qurban 29 ekor Sapi dan 30 ekor Kambing.