Tak Berijin dan Rusak Cagar Budaya, Pabrik Pollywood PT. Indah Karya di Labrak BPCB Jatim dan Kadis Dikbud.
Foto: Kadis Dikbud Bondowoso dan BPCB Jatim saat menghentikan kegiatan Pabrik Pollywood(atas). Situs Cagar Budaya yang porak poranda akibat dipindahkan oleh karyawan pabrik(bawah).

Tak Berijin dan Rusak Cagar Budaya, Pabrik Pollywood PT. Indah Karya di Labrak BPCB Jatim dan Kadis Dikbud.

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso, Drs.H.Harimas,Msi, dan puluhan Pegawai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, melabrak pekerjaan pabrik pollywood di Desa Taman Kecamatan Grujugan.

Pasalnya, proyek tersebut dianggap telah merusak ekosistem situs cagar budaya (Megalitikum).

100%

Menurut Kadis Dikbud, pembangunan pabrik pollywood itu diduga tidak mengantongi ijin dari instansi terkait, baik dari Pemkab Bondowoso maupun Provinsi Jawa Timur. Sehingga diduga kuat telah melanggar UU Cagar Budaya. “Dan yang terjadi saat ini PT Indah Karya telah merusak keaslian situs, seperti memindah patung yang tidak sesuai arahnya,”kata Harimas, saat berada dilkasi proyek, Senin, (13/5/2019) sore.

Kepada sejumlah wartawan Harimas mengaku, kasus ini sebetulnya sejak awal memang sudah mendapat laporan dari staf Kasi Kebudayaan, jika akan ada kegiatan bahwa ada pembelian tanah. Tanah ini yang akan dibeli itu adalah tanah yang sudah ber-SK dari Gubernu Jawa Timur, dan sudah terdaftar sebagai cagar budaya, sehingga Kadis Dikbud minta untuk ditangguhkan dulu. “Tapi ternyata sudah ada kegiatan. Langsung saya membuat telaah staf kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, agar supaya ijinnya ditanguhkan dulu, biar ada koordinasi lebih lanjut, baik dengan pihak Provinsi maupun Kabupaten,”terang Harimas.

Akibat pekerjaan ini, kata Harimas, sudah sangat mengganggu, karena sudah memindah dan merubah tanpa seijin Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur. Karena menurut Undang-Undang Cagar Budaya benda-benda yang ada ini tidak boleh dipindah apalagi dirubah.

“Agar dapat melihat peraturan dengan jelas, maka saya mengundang Kepala Bidang Cagar Budaya Jawa Timur, untuk memberikan saran kepada Disdikbud Bondowoso. Sehingga berdasarkan surat saya ke Provinsi, akhirnya datang untuk melihat secara langsung kondisi situs cagar budaya yang sudah dirubah oleh PT Indah Karya,”ujarnya.

Karena sudah kadung dipindah dari tempat aslinya ke tempat yang baru, Kadis menyebut, tergantung bagaimana solusinya dari tim peneliti dari cagar budaya jawa timur, karena situs megalilitikum ini ada sejarahnya, seperti patung itu mengahadapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pelestrian cagar budaya Jawa Timur, Balicius, menegaskan, sebenarnya ini dula adalah kawasan tempat pemukiman, tempat penguburan dan tempat pemujaan. Nah, pemujaannya adalah patung nenek moyang itu. Dan disini adalah tempat upacara atau ritual. “Sementara tempat nenek moyangnya itu bukan disini, tapi disebelah sana,”kata Balicius, sambil menunjukkan arah tempat patung itu seharusnya berada.

Akibatnya kecerobohan pihak perusahaan, sekarang konteksnya sudah berantakan karena dipindah, dan ini sebuah pelanggaran karena tanpa ijin. Mestinya itu dikembalikan dulu, dan kalau mau mindah itu harus rembukan dulu dengan orang banyak, bagaimana posisinya. “Mohon nanti patung itu dikembalikan dan minta akses jalan ke tempat patung itu semula,”tegasnya.

Sampai saat ini, tambah Balicius, pihak perusahaan belum mendapat ijin untuk melaksanakan kegiatan. Karena yang namanya tempat ini adalah kawasan cagar budaya, harus ada amdal yang harus ditunjukkan oleh perusahaan Pollywood itu kepada pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

“Perusahaan ini melanggar Perda, dan solusinya bagaimana?, sambil kita duduk bersama, dan setelah itu baru kerja. Dan yang dilakukan oleh perusahaan ini tidak sama sekali, dan sangsinya harus win-win solutions, agar sama-sama eksis. Dan kalau memang tetap ngotot nantinya akan repot,”imbuhnya.

Sementara itu, salah satu staf dari PT Indah Karya, yang beralamat di Jalan Golf Raya 2A, Cisaraten Binaharapan, Aramanik Kota Bandung Jawa Barat, saat dimintai keterangan terkait proyek yang tak berijin ini, ia menolak. “Maaf, saya tidak bisa memberikan komentar terkai masalah ini, silahkan ke pimpinan di Bandung,”ucapnya.

Sebelumnya BD Sabu Dengan BB 4,95 Gram, Divonis 7 Tahun Dan Denda 1 Milyar.
Selanjutnya Songsong Porprov Jatim VI, Koni Bondowoso Rapatkan Barisan.