Tak Kunjung di Mutasi, Kasus Dugaan Pungli di Desa Sumput Kembali Memanas.

Tak Kunjung di Mutasi, Kasus Dugaan Pungli di Desa Sumput Kembali Memanas.

Gresik, suara-publik.com Meski telah dimediasi dan berujung pada perdamaian, dugaan kasus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh Kasi pemerintah Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, masih diperdebatkan.

Khususnya pembahasan mengenai hasil Notulen rapat mediasi yang dilakukan pada Rabu (3/6) dan sudah ditanda tangani oleh Camat, Kepala Desa serta seluruh undangan yang hadir.

Dikatakan oleh Kuasa Hukum korban dugaan pungli, Sugeng. SH. Menurutnya perdamaian kasus tersebut memiliki konsekuensi yang harus ditunaikan oleh pemerintah Desa Sumput, yakni melaksanakan beberapa poin hasil notulen rapat mediasi, diantaranya Kasi Saiful Amri di reposisi (mutasi) jabatan.

“sampai hari ini kita menunggu pihak pemdes Sumput untuk melaksanakan hasil notulen rapat pada 6 juni tersebut," kata Sugeng.

Sugeng mengatakan, kliennya yang kemarin bersengketa dengan Pemerintah Desa Sumput juga menanyakan keseriusan pihak Desa, sesuai dengan hasil keputusan rapat tersebut.

“Klien saya menyatakan kalau yang penting pihak terkait (Sauful Amri) mengakui salah, dan Segera Di Mutasi dari jabatan nya,” katanya, melalui sambungan telepon seluler, Rabu (22/7).

Kesepakatan tersebut, kata Sugeng, dicapai melalui musyawarah kekeluargaan dalam mediasi yang difasilitasi oleh Narto, Camat Driyorejo, didampingi LSM, pemerintah Desa dan beberapa undangan.

Kendati demikian, Hasil Notulen Rapat tersebut dimentahkan oleh Camat Driyorejo, Narto, yang mengatakan, meragukan keabsahan Rapat waktu itu dengan alasan pihak Wakil dari Karang Taruna dan LSM bukan warga Desa Sumput.

“Itu kemarin tidak dibahas di rapat (mediasi) tapi kelihatannya itu yang yang hadir (Kartar) bukan warga Sumput, ” katanya, senin (20/7).

"Bingung mas, Kita limpahkan saja ke Ispektorat, yang punya kewenangan Perangkat Desa adalah Kepala Desa sesuai dengan aturannya," tambah Camat Narto.

Sementara itu Kepala Desa Sumput, Sutadji saat dihubungi mengenai hal ini tidak banyak memberikan informasi, dirinya menegaskan sampai saat ini masih menunggu Surat dari Camat, entah surat apa yang di maksud. "surat dari Pak Camat belum ke saya mas," singkat Sutadji. Selasa (21/7).(tim)

Sebelumnya Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke 60, Kapolres Beri Surprise Kejari Gresik.
Selanjutnya Achmad Garad Prihatin, Penganganan Covid-19 di Kecamatan Tidak Ada Anggarannya.