Tak Mau Ambil Resiko, Kasi Pidum Kejari Bondowoso Tahan Oknum Perangkat Desa.

Tak Mau Ambil Resiko, Kasi Pidum Kejari Bondowoso Tahan Oknum Perangkat Desa.

Dilaporkan : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Walau sudah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, Kusnadi alias P. Indah (40) Perangkat Desa Besuk Kecamatan Klabang ini tak ditahan karena beberapa pertimbangan penyidik.

Namun berbeda dengan pihak Kejaksaan Bondowoso. Begitu perkara kasus penganiyaan ini dilimpahkan. Pihak kejaksaan tak mau ambil resiko sehingga langsung menahan tersangka Kusnadi.

Hal itu ditegaskan Kasi Pidum Kejaksaan, Arif Suryono, saat dikonfirmasi wartawan Senin (31/7) kemarin. Arif membenarkan jika telah melakukan penahanan terhadap salah satu perangkat desa atas kasus penganiyaan.

Masih kata Arif, sebelumnya tersangka ini tidak ditahan oleh pihak kepolisian, tapi itu kan hak mereka atas beberapa pertimbangan penyidik kepolisian, tapi itu berbeda ketika dilimpahkan ke kejaksaan. “Kami tak mau ambil resiko, tersangka langsung kami tahan dan kini sudah dititipkan ke Lapas bondowoso,” ujar mantan penyidik Pidsus ini.

Lebih lanjut, Arif menceritakan kronologis kejadian tersebut hingga tersangka ditetapkan sebagai tersangka. Berawal dari laporan ,Rapti (38) warga Desa Besuk Kecamatan Klabang yang mendatangi polsek Klabang, ia mengaku tak terima dan baru saja jadi korban penganiayaan yang dilakukan tersangka. Sebelumnya keluarga korban dengan tersangka memang kurang harmonis, nah sebelum terlibat penganiyaan, korban terlibat cek-cok mulut dengan istri tersangka perihal sindir-menyindir.

”Jadi memang sudah lama antara korban dan tersangka ini hubungannya kurang harmonis, awalnya yang bertengkar itu korban dan istri tersangka,” ujarnya. Kata dia, tersangka yang merupakan kepala dusun Sorah Desa Besuk ini dari dalam rumah mendengar pertengkaran. Ia kemudian keluar rumah dan melihat istrinya sedang cek-cok mulut dengan korban, merasa tak enak dilihat tetangga yang lain maka tersangka bermaksud melerai dan menegur korban karena bertengkar dengan seorang wanita, diduga salah paham saat tersangka menegur, giliran korban dan tersangka yang tengkar mulut.

“Saat itulah tersangka yang emosi menampar wajah korban hingga mengenai mulut korban dan menyebabkan luka dibibirnya,” tegasnya.

Dalam kasus ini, menurut Arif, pihak kepolisian sempat memberikan kesempatan untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan pasalnya keduanya saling bertetangga, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, hingga kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan dan menahan tersangka.(her)

Sebelumnya DPD PDIP Latih Ratusan Kadernya.
Selanjutnya Berhasil di Selamatkan, 3 Pekerja yang Tertimbun Tanah Longsor.