Tawarkan Layanan Seks, Germo Jawa Tengah Tertangkap di Surabaya.

Tawarkan Layanan Seks, Germo Jawa Tengah Tertangkap di Surabaya.

Laporan: Tom

SURABAYA suara-publik.com - Kembali, kasus jual beli manusia untuk layanan seks berhubungan badan yang ditawarkan lewat jaringan sosial Facebook (FB), diungkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kasus yang masuk dalam kategori perdagangan orang itu diungkap polisi pada Senin 9 April 2018, sekira jam 17.30 WIB. Kasus itu diungkap di sebuah hotel Quest di Jalan Ronggolawe Surabaya.

Tersangka yang diketahui sebagai ibu rumah tangga tersebut bernama Suprihartini binti Rohani (31), warga Jl. Kembangarum, Kec. Mranggen Kab. Demak, Jawa Tengah. Dia menawarkan tiga orang perempuan yang berasal dari kampung Cipancur, kel.Mekarsari, kec.Darangdan, kab.Purwakarta. Dalam postingan di FB, tersangka ( suprihartini, red) menawarkan ketiga korban bisa memberi layanan seks dengan tarif antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1.500.000 juta rupiah untuk sekali kencan.

"Tersangka menawarkan para korban melalui FB dengan nama " MISS CHA CHA 1500 1X CROT. Lalu dari postingan tersebut ada yang berminat dan masuk dalam akun tersangka yang menyatakan ingin memboking. 

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Kanit PPA Satreskrim Kompol Ari Purnomo menjelaskan, begitu ada yang mau memboking lalu tersangka ini melanjutkan dengan chat melalui WhatsApp untuk dikirim foto dan tarif. 

Setelah sepakat, mereka membuat janji untuk bertemu di hotel daerah Jalan Ronggolawe Surabaya. “Di hotel itu, tersangka dan korban sudah memboking dan menunggu tamu sambil telanjang,” kata Ari Purnomo, Selasa (10/4/2018).

Kompol Ari Purnomo juga mengungkapkan, mereka datang secara rombongan yang mana ke 4 orang perempuan ini berasal dari Jawa Tengah, dan mereka datang ke Surabaya memang bertujuan untuk mencari atau melakukan kegiatan yang berbau seksual dalam hal trafficking dan prostitusi.

"Mereka ini datang ke Surabaya baru satu hari, sebelumnya tersangka dan para korban sudah melakukan aktivitas sebanyak 10 kali dan rata rata umur korban sekitar 20 hingga 23 tahun.

Dari ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan, uang tunai sebesar Rp 300 ribu, 1 buah Handphone merk Xiomi dan 1 buah kondom bekas pakai. Tersangka akan dijerat dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO atau pasal 296 KUHP yang ancamannya paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Sebelumnya Parkir 20 Menit di Area G-walk, Sepeda Motor Driver Online Raib.
Selanjutnya Bobol Aplikasi Grab, 3 Pria Ini Jadi Terdakwa.