Terancam Hukuman Berat, 3 Komplotan Pengedar Narkoba Jaringan Antar Pulau.

Terancam Hukuman Berat, 3 Komplotan Pengedar Narkoba Jaringan Antar Pulau.

SURABAYA, Suara Publik.com - Tiga komplotan pengedar Narkotika jenis sabu jaringan Luar Pulau kembali di sidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda keterangan saksi, Kamis (09/01/2020).

Dalam sidang kali ini tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Farida Hariani dan Rista Erna Soelistiowati dari Kejati Jatim menghadirkan dua saksi penangkap guna di mintai keterangannya dalam persidangan, sementara ketiga terdakwa yakni Fathur Rohman dan Husnul Hotimah yang keduanya merupakan pasangan suami istri sirih serta Iwan (berkas terpisah) dalam menghadapi sidang ini di dampingi oleh tim penasehat hukumnya.

Di jelaskan oleh saksi, bahwa kejadian perkara ini bermula pada saat terdakwa Iwan (berkas terpisah) menyerahkan barang (sabu...red) kepada terdakwa Fathur Rohman dan istrinya yakni terdakwa Husnul Hotimah di pinggir jalan tepatnya di depan sebuah Rumah Makan KFC di kawasan jalan Diponegoro Surabaya.

100%

Saat Majelis Hakim yang di ketuai Dewi Iswani menanyakan dari ketiga terdakwa ini siapa yang lebih dulu di tangkap, di sebutkan oleh saksi adalah Iwan yang lebih dulu karena Fathur Rohman dan istrinya sempat kabur menggunakan mobil Avanza warna hitam nopol W 1443 YB.

Namun selang satu jam kemudian, keduanya dapat kami tangkap, waktu di tangkap apakah ada perlawanan tanya Hakim, hampir waktu itu terdakwa sempat memundurkan mobilnya tapi saya segerah melepaskan tembakan peringatan keatas sehingga mobilnya di hentikan oleh terdakwa, jawab saksi.

Dalam penangkapan ketiga terdakwa tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa (6) enam bungkus plastik berisi sabu dengan berat masing masing 196 gram, 199 gram, 222 gram, 195 gram, 204 gram, dan 207 gram, atau setara dengan 1,223 Kg (satu kilo dua ratus dua puluh tiga gram).

Setelah pemeriksaan saksi giliran ketiga terdakwa di periksa namun dalam pemeriksaan ketiganya ini di lakukan secara terpisah (Splite), yang pertama di periksa adalah Fathur Rohman dan istri sirihnya kemudian di lanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa Iwan.

Dalam perkara ini ketiga terdakwa di jerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika....(Stev).

Sebelumnya Diduga Proyek Fiktif, Proses Serah Terima Lahan Jadi Lambat.
Selanjutnya Modus Bisnis Minyak Kelapa Sawit, Elsie Nelwan Rugikan Evi Raharjo Sebesar Rp. 631 Juta