Terungkap, Sepasang Kekasih Pembuang Janin di Hotel Varna

Terungkap, Sepasang Kekasih Pembuang Janin di Hotel Varna

Laporan:Tom

SURABAYA Suara Publik. Terungkap sudah, pelaku pembuangan janin yang ditemukan di hotel Varna Jalan Tunjungan No 51, Surabaya, Kamis (16/11/2017) malam lalu. Pelakunya ternyata merupakan sepasang kekasih yang menginap di hotel tersebut. Sepasang kekasih itu adalah Rian Renaldo (21) warga Jalan Kebraon Indah Permai I/10 Surabaya dan Ayu (21) warga Sambikerep, Surabaya.

Sepasang kekasih itu merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya selatan dan merupakan satu angkatan. Identitas keduanya terungkap, setelah Tim Anti Bandit Polsek Genteng memelototi rekaman CCTV yang terpasang di hotel.

Apalagi, saksi dari pihak hotel menemukan sejumlah bekas darah di kamar yang disewa pasangan kekasih tersebut. "Setelah kami mendapat laporan ada janin bayi perempuan yang ditemukan karyawan hotel di saluran septiktank, kami langsung melakukan oleh TKP dan identifikasi. Kemudian kami melakukan penyelidikan," kata Kapolsek Genteng, Kompol Ari Trestiawan, Jumat (24/11/2017).

Dari pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV, dugaan muncul bahwa yang membuang janin tersebut, merupakan pasangan yang menyewa kamar nomor 121 Hotel Varna. Pasangan kekasih yang tak lain Rian dan Ayu itu check in pada Selasa (14/11/2017) malam. Keduanya check in selama tiga hari, yaitu sampai 16/11/2017. Namun, sehari sebelum waktu check in berakhir, keduanya sudah check out.

Darisana, Tim Anti Bandit Polsek Genteng mulai memeriksa identitas keduanya melalui daftar tamu hotel. Setelah mengantongi identitas pasangan tersebut, mereka lantas melakukan penyelidikan di rumah keduanya. Dan saat berada di rumah Ayu, mereka mendapatkan informasi jika Ayu sedang berada di rumah sakit.

“Setelah kami kroscek, dia (Ayu, red) mengalami pendarahan. Darisanalah, dia mengakui perbuatannya,” beber Kompol Ari. Dari keterangan Ayu, sang cowok yaitu Rian kemudian ditangkap. Rian pun digelandang ke Mapolsek Genteng untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan Ayu, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dalam pengakuannya, Rian menyebut bahwa untuk mengeluarkan janin yang dikandung kekasihnya, dia membeli obat secara online. Yaitu Pil bermerk Inflaco dan Pastinol. "Obat dibeli secara online. Pesan hotel juga secara online," sambung Kompol Ari. Setelah check in, oleh Rian obat tersebut diberikan kepada Ayu. Rian menyuruh Ayu menelannya. Yaitu sebanyak 4 butir sekaligus.

Satu jam kemudian, perut Ayu mulai mual dan sakit. Sehingga oleh Rian, Ayu dibawa ke kamar mandi. Darisanalah, Ayu mengeluarkan janin yang dikandungnya sekitar 5 bulan itu. Untuk menghilangkan jejak, Rian kemudian menghanyutkan janin itu ke dalam kloset. Hal inilah yang membuat kloset tersumbat sebelum akhirnya janin tersebut ditemukan oleh pegawai hotel.

Untuk bekas darah, oleh Rian dibersihkan dengan tisu. Tisu penuh darah itu akhirnya dimasukkan tas plastik hitam dan dibuang ke bak sampah hotel. Sementara itu, kepada polisi Rian mengaku nekat melakukan hal itu lantaran belum siap menjadi bapak. Sebab baik dia dan Ayu sama-sama masih kuliah. Darisanalah, Rian akhirnya merencakan pengguguran tersebut.

“Saya membeli pil penggugur lewat online, dan memesan tiket hotel lewat online juga. Setelah semua siap, saya ajak kekasih saya untuk melakukan itu,” akunya.

Rian bercerita, dirinya mengenal Ayu sejak empat tahun lalu. Hanya saja, mereka baru berpacaran sejak setahun lalu. Saat berpacaran itulah, keduanya sering berhubungan intim, hingga akhirnya Ayu diketahui sudah hamil lima bulan.

“Setelah tahu dia (Ayu, red) hamil, saya panik dan meminta untuk menggugurkan janin tersebut,” tandasnya.

Kini, Rian sudah ditahan. Sementara Ayu masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Atas perbuatannya, sepasang kekasih itu terancam bakal lama di penjara. Sebab oleh penyidik, keduanya dijerat dengan pasal 341, 342, 346 KUHP tentang praktek aborsi dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sebelumnya Antisipasi Keterlambatan LPJ DD ADD, Pemkab Bondowoso Siapkan Juklak Juknis.
Selanjutnya Antisipasi Demam Berdarah, Polsek Rembang Pasuruan Lakukan Fogging.