Tiga Penyalahgunaan Narkoba di Tuntut 7 Tahun, 1 Bebas, 2 Orang di Hukum 5 Tahun, Jaksa Lakukan Kasasi
  
Tiga Penyalahgunaan Narkoba di Tuntut 7 Tahun, 1 Bebas, 2 Orang di Hukum 5 Tahun, Jaksa Lakukan Kasasi
Foto: Para terdakwa, Marjalan alias Jalal (paling atas) divonis bebas, Romadon dan Robby Sugara ( berkas terpisah), saat menjalani sidang agenda putusan hakim, diruang Cakra, secara online, Kamis (13/01/2021).

Tiga Penyalahgunaan Narkoba di Tuntut 7 Tahun, 1 Bebas, 2 Orang di Hukum 5 Tahun, Jaksa Lakukan Kasasi

Surabaya, suara publik - Terdakwa Marjalan alias Jalal bin Mat Tawi divonis bebas murni atas perbuatan terlibat peredaran narkotika jenis sabu. Putusan tersebut dibacakan Ketua Mejelis Hakim Cokorda Gede Arthana di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (13/01/2022).

Padahal sebelumnya, Marjalan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully Mutiara pidana penjara selama tujuh tahun penjara. Tak hanya itu, jaksa juga menuntut pria pengedar dan perantara sabu Jalan Kunti tersebut dengan pidana denda Rp 1,8 miliar subsider satu tahun penjara.

Dalam pantauan awak media, pembacaan putusan itu terdengar tak jelas, sampai dengan putusan untuk terdakwa. Sementara itu, kuasa hukum Marjalan mengaku tak mendengar jelas putusan hakim itu. "Waduh, saya tidak tahu mas, kurang jelas tadi," ujarnya sembari bergegas meninggalkan ruangan sidang berjalan keluar.

Sementara itu, JPU Rully Mutiara saat ditanyakan terkait putusan dari hakim, mengatakan akan mengajukan kasasi. "Kami akan melakukan kasasi mas," ujarnya sembari keluar gedung sidang Cakra.

Pada persidangan berbeda diruangan Cakra pula hakim Suparno juga membacakan putusan terhadap kedua terdakwa lainnya karena dalam berkas penuntutan yang berbeda, dua teman terdakwa Marjalan, Romadon alias Madon dan Robby Sugara (dalam berkas terpisah) divonis masing- masing dengan pidana penjara selama lima tahun. Tak hanya itu, Hakim Suparno juga memutus keduanya dengan pidana denda sebesar Rp 1,8 miliar. Jika tak dibayar maka diganti dua bulan penjara.

Sebelumnya terdakwa Romadon dan terdakwa Robby dituntut Jaksa masing-masing dengan tujuh tahun penjara dan denda Rp 1,8 miliar subsider satu tahun penjara.

Berawal hari Jumat (25/6) lalu, Marjalan dihubungi Romadon yang berniat untuk membeli sabu seberat lima gram. Namun saat itu, Marjalan tak memiliki sabu. Marjalan pun meminta Romadon untuk menunggu kabar lebih lanjut darinya.

Marjalan lalu menghubungi Rosi (DPO) untuk menanyakan sabu sesuai pesanan Romadon. Marjalan lalu menghubungi Robby meminta untuk menghubungi Romadon untuk mengambil langsung sabu tersebut. 

"Terdakwa Marjalan meminta Robby untuk menghuhungi terdakwa Romadon untuk mengambil sabu kepada Rosi dengan harga Rp 1 juta pergramnya," ujar JPU Rully Mutiara dalam dakwaannya.

Marjalan meminta agar Robby yang menerima barang haram tersebut langsung. Jika Romadon sudah melunasinya, maka Robby diminta untuk mentransfernya ke rekening Marjalan. Nantinya Marjalan yang akan menyerahkan uang itu kepada Rosi.

Sekitar pukul 18.00, Romadon menemui Rosi di kawasan Jalan Kunti. Romadon lalu menerima sabu seberat lima gram sesuai pesanannya. Romadon lalu menemui Kipli juga di daerah Kunti untuk membagi sabu tersebut seharga Rp 1,1 juta pergramnya.

Sabtu (26/6) Romadon mentrasfer uang pembelian sabu ke rekening Robby, Rp 2 juta. Sabtu (1/7) di parkir samping Hotel Pitstop Jalan Semut Baru, Bongkaran, Pabean Cantikan Kota Surabaya, Romadon ditangkap polisi.

"Terdakwa Romadon ditangkap Ditresnarkoba Polda Jatim beserta barang bukti berupa sabu dengan berat kotor 0,37 gram," bebernya.

Saat diinterogasi, Romadon mengaku jika sabu dibeli dari Rosi melalui perantara Marjalan dan Robby. Sehingga petugas langsung melakukan pengejaran dan meringkus Robby di Jalan Petukangan Surabaya dengan barang bukti antara lain uang tunai Rp 1,7 juta.

Sementara Marjalan diringkus petugas pada Selasa (13/7) di tempat parkir mobil Apartemen Gunawangsa Tidar di Jalan Tidar Nomor 350 Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Kota Surabaya beserta barang buktinya.

Di antaranya satu buah handphone merk Nokia satu buah handphone merk Iphone. Marjalan mengaku, jika uang pembelian sabu telah lunas dibayar Romadon sebesar Rp 5 juta, maka akan diserahkan kepada Rosi yang masih dalam pengejaran polisi.

"Terdakwa Marjalan akan mendapat untung sebesar Rp 1 juta dari hasil kerjanya menjadi perantara kurir sabu tersebut," paparnya.

Akibatnya terdakwa melanggar pasal 114 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Sebelumnya SEKONGKOL DENGAN SANG ISTRI, BACOK TETANGGA MEMBABI BUTA, KHUMAINI YASIR, DIADILI
Selanjutnya Gelapkan 1 Truk Susu, Ketiga Terdakwa Dikonfrontasi Dipersidangan