Tim Paslon Sabar, Temukan DPS Terindikasi Palsu.

Tim Paslon Sabar, Temukan DPS Terindikasi Palsu.

Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Tim Informasi Teknologi Elektronik (ITE) Pemanangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bondowoso, Salwa-Bachtiar (Sabar) menemukan puluhan ribu data pemilih sementara (DPS) yang terindikasi palsu. 

Data yang terindikasi palsu tersebut adalah, nomor induk kependudukan (NIK) Kartu Keluarga (KK) tidak berjumlah 16 digit atau kurang, berakhiran angka 0000, nama dan tempat tanggal lahir sama dengan KK yang berbeda, tidak tercatat RT/RWnya dan satu identitas yang sama terdaftar ke dalam tempat pemungutan suara (TPS) yang berbeda. 

Hal itu ditegaskan oleh Ketua tim pemenangan Sabar, KH. Hasan Abdul Mu'iz kepada sejumlah wartawan dalam rilisnya mengatakan, data terindikasi palsu tersebut terdiri dari data pemilih ganda dan invalid.

"Kita temukan data ganda sebanyak 10.375 pemilih dan data invalid sebanyak 46.241 pemilih, total ada 56.616 pemilih yang terindikasi palsu, dan yang paling tinggi indikasi data pemilih palsunya di Kecamatan Tamanan, sebanyak 1.072 pemilih, Tlogosari 937 pemilih, Botolinggo 894 pemilih dan Maesan 601 pemilih. " kata pengasuh pondok pesantren Al-Maliki, Koncer Bondowoso ini, Minggu sore (1/4/2018). 

Kyai kharismatik ini mengungkapkan, bahwa temuannya akan segera dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bondowoso sebagai bahan masukan untuk perbaikan data pemilih selanjutnya, agar tidak terjadi pemalsuan pada saat pencoblosan nanti.

"Ini sekaligus masukan kepada KPU bahwa coklit yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih banyak yang terlepas dari pencoklitan," kata kiyai muda Lulusan Ma'had Rusyaifah Mekkah ini. 

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa temuannya DPS yang diduga palsu itu berawal dari data pemilih sementara yang ditetapkan KPU pada awal Maret lalu yang kemudian dikroscek oleh tim ITE paslon Sabar yang tak lain adalah para santrinya sendiri dan dibantu sejumlah mahasiswa yang menjadi relawan pemenangan Sabar.

"Kita sudah melakukan verifikasi faktual di beberapa desa berbasis data pemilih sementara dari KPU. Ternyata akurasi data di lapangan mencapai 95 persen," terangnya. 

Sementara itu, salah satu Relawan Sabar, Yulianto, SH, menyatakan, dugaan pemalsuan data ini sangat merugikan masyarakat Bondowoso. Sebab, jika ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Amin Said Husni.

“Oleh karena itu saya minta kepada Bupati melalui kepala Dinas Dispenduk Capil yang baru, Muhammad Tamin untuk mengevaluasi DPS, apakah itu disengaja dipalsu atau tidak,” kata aktifis lulusan Fakultas Hukum STAIN Jember ini.

Yulianto menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam untuk tetap melakukan pengawasan dan akan terus meneliti data pemilih yang dikeluarkan oleh Dispenduk Capil Bondowoso. Karena menurutnya, jika hanya terjadi pada kesalahan ketik tidak mungkin mencapai puluhan ribu.

“Maka saya minta kepada Dispenduk Capil Bondowoso untuk segera melakukan perubahan data yang sesuai dengan hak pilih masyarakat Bondowoso, dan jangan sampai melakukan pamalsuan data pemilih,”imbuhnya.(*)

Sebelumnya Murah Menyehatkan, Klinik Polresta Pasuruan Diminati Masyarakat Umum.
Selanjutnya TAB Polsek Genteng, Bekuk 2 Penjambret.