Tingkatkan Kualitas SDM, Dinas PRKP dan CK Jatim Gelar Bimtek Ahli Muda Bidang Jasa Konstruksi Melalui Sibima Konstruksi.

Tingkatkan Kualitas SDM, Dinas PRKP dan CK Jatim Gelar Bimtek Ahli Muda Bidang Jasa Konstruksi Melalui Sibima Konstruksi.

Surabaya, Suara Publik.com - Pemerintah telah memprioritaskan Pembangunan SDM dan dikenal sebagai Tahun Sumber Daya Manusia. Salah satu yang menjadi targetnya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang produktif dan juga distribusinya merata di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk Itu tahun 2020 ini, dalam sambutannya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Ahli Muda Bidang Jasa Konstruksi melalui SIBIMA Konstruksi (Sistem Informasi Belajar Intensif Mandiri Bidang Konstruksi).

"Kegiatan Bimbingan Teknis Ahli Muda Bidang Jasa Konstruksi melalui SIBIMA Konstruksi yang bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi, sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Kompetensi Bidang Konstruksi di Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Akademik antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi," ujar Kepala Dinas PRKP dan CK Provinsi Jawa Timur, Ir. Baju Trihaksoro, MM dalam rilis sambutannya(4/11/2020).

100%

Menurut Baju, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah amanat pembangunan yang selalu digaungkan oleh pemerintah sebagai salah satu program prioritas yang harus didukung oleh seluruh pihak demi tercapainya sumber daya manusia Indonesia yang bermutu dan berdaya saing tinggi.

Dengan demikian, dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satu faktor penentunya adalah ketersediaan rantai pasok tenaga kerja konstruksi dengan kualifikasi yang telah kompeten dan dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kompetensi.

"Mengingat besarnya nilai konstruksi di Indonesia yang menjadi nomor 1 (satu) di tingkatan Asia Tenggara dan nomor 4 (empat) di tingkatan Asia, maka ketersediaan tenaga kerja konstruksi harus dapat dipenuhi dalam menjamin keberlangsungan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal ini penting untuk dapat memberdayakan tenaga kerja lokal dari tenaga kerja asing," paparnya.

Pada saat yang sama, masih menurut Baju, Indonesia telah masuk pada masa Revolusi Industri 4.0 dengan segala fitur–fitur utamanya terutama pemanfaaatan teknologi dalam tiap sektor industri, salah satunya sektor konstruksi. "Hal ini membuat Indonesia juga harus fokus dalam memanfaatkan potensi yang ada serta peningkatan kapasitas tenaga kerjanya," kata Baju.

"Sekali lagi, peningkatan kapasitas SDM terutama untuk penguasaan bidang IPTEK menjadi sangat penting untuk dapat di fasilitasi oleh Pemerintah. Untuk itulah peran seluruh sektor terkait harus dapat dioptimalkan dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini," tambahnya.

Dalam rilisnya, Baju menjelaskan, hadirnya tenaga kerja konstruksi yang kompeten sangatlah diharapkan oleh pihak pengguna dan penyedia jasa. Untuk dapat menjembatani hasil kurikulum yang telah diberikan melalui proses akademik dengan kebutuhan di dunia jasa konstruksi diperlukan adanya keselarasan kompetensi melalui proses link and match.

"Untuk itu, melalui rangkaian kegiatan ini, baik untuk peserta jenjang Diploma dan Sarjana diberikan adanya tambahan kompetensi sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi No. 129/SE/Dk/2020 tentang Pemberian Kompetensi Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan dan Calon Lulusan SMK, Politeknik, dan/atau Perguruan Tinggi Bidang Jasa Konstruksi," terangnya.

Masih dijelaskan, materi tambahan yang akan diberikan memuat materi–materi yang akan menjadi pekerjaan yang dihadapi di lapangan dan juga hasil konvensi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Peurmahan Rakyat serta Badan Usaha Minilik Negara Bidang Jasa Konstruksi termasuk dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0 di mana salah satunya mengenai Building Information Modelling (BIM).

"Penggunaan Building Information Modelling (BIM) pada proyek–proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan penyelenggaraan jasa konstruksi dengan melibatkan teknologi dan juga daya saing infrastruktur nasional," tukasnya.

Dalam pelaksanaannya, Ia mengatakan, BIM ini telah banyak memberikan manfaat terutama dalam peningkatan efisiensi dan akurasi dalam pembangunan, menghindari kesalahan dalam proses secara keseluruhan serta waktu pelaksanaan yang lebih cepat. "Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku Pembina Jasa Konstruksi Nasional juga telah memberlakukan penggunaan BIM ini dalam pembangunan gedung Negara." jelas Baju.

Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk sektor industri konstruksi nasional telah memberlakukan penguasaan BIM untuk para calon tenaga kerjanya. Sehingga dari rangkaian kegiatan ini adalah kesempatan yang baik bagi para peserta untuk dapat membuka wacana serta peningkatan kompetensinya sampai dapat mendapatkan sertifikat. "Pada nantinya sebagai bekal untuk berkiprah di sektor konstruksi nasional maupun internasional," Imbuhnya.

Kepala Dinas PRKP dan CK Jatim, Ir. Baju Trihaksoro, MM juga memberikan apresiasi pada sejumlah sekolah pendidikan tinggi dan lembaga SERTA Instansi terkait yang turut serta mengikuti program tersebut dan memberikan dukungannya. "Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Universitas Merdeka Malang, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Bojonegoro, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya serta LPJK Provinsi Jawa Timur dan kepada Balai Jasa Konstruksi di wilayah Jawa Timur di mana dengan Kerjasama ini program peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi dari Mahasiswa Jurusan Teknik dapat memberikan manfaat secara langsung bagi mereka dan juga pembangunan infrastruktur ke depannya," ujarnya.

Dia mengharapkan, dengan adanya kerjasama dan sinergi yang baik seperti pada kegiatan ini, pencapaian target kerja masing-masing akan semakin mudah tercapai dan pada akhirnya tujuan besar Kementerian PUPR dalam mendukung terciptanya kemajuan ekonomi di bidang konstruksi dapat terwujud. "Semoga kita bisa terus bekerja bersama untuk meningkatkan kinerja pembinaan konstruksi nasional dalam meraih mimpi Indonesia 2045 sebagai Negara yang maju, berdaulat, adil dan makmur melalui pembangunan Infrastruktur yang merata di seluruh tanah air," pungkasnya. (Dre)

Sebelumnya Tipu 47 Pelancong Dengan Kode Pesawat Palsu, Risma Divonis 2 Tahun Penjara.
Selanjutnya Terkait Aspirasi Warga, Telah Diselesaikan Secara Musyawarah Oleh Pemdes Delegan.