TIPU TEMAN LETING SUAMI SEBESAR Rp. 1,3 MILIAR, INDRAYANI DITUNTUT JAKSA 2,5 TAHUN PENJARA
Foto: Terdakwa Indrayani Istri seorang Brimob, saat mendengarkan jaksa membacakan tuntutan, diruang Candra PN Surabaya , secara online.

TIPU TEMAN LETING SUAMI SEBESAR Rp. 1,3 MILIAR, INDRAYANI DITUNTUT JAKSA 2,5 TAHUN PENJARA

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan terhadap Wantoko pada tanggal 14 September 2018 sampai tanggal 12 November 2018, dengan modus bisnis properti di Jogyakarta, dan bisnis OL (Ofering Letter) Dana talangan bank, sehingga Wantoko anggota Sat Brimob Polda Jatim, mengalami kerugian sebesar Rp.1,3 Miliar, dengan terdakwa Indrayani, S Sos, diruang sidang Candra PN.Surabaya, secara online.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nugroho Priyo Susetyo, yang dibacakan oleh Jaksa Winarko dari Kejati Jatim.

Dalam tuntutan dihadapan majelis hakim, Jaksa Winarko dari mengatakan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana yang telah didakwakan sebelumnya. Oleh karenanya patut dinyatakan bersalah, sebagaimana diatur dan diancam pada pasal 378 KUHPidana.

" Menuntut terdakwa Indrayani, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangkan seluruhnya selama terdakwa berada dalam tahanan, menyatakan terdakwa tetap ditahan," ucap jaksa Winarko Menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa Indrayani selama 2.tahun 6 bulan penjara. Ucap Winarko, Senin (17/01).

Terdakwa Indrayani didakwa telah menipu Wantoko, anggota Sat Brimob Polda Jatim. perempuan 40 tahun ini awalnya menawari investasi bisnis properti di Yogyakarta. Indrayani yang tinggal di asrama Brimob Nginden ini menjanjikan keuntungan 12 persen dari modal yang diserahkan.

Wantoko yang tertarik dengan tawaran itu menyetor Rp 315 juta selama enam bulan pada 2018. Modal itu sudah kembali beserta keuntungan Rp 28,3 juta. Wantoko menjadi percaya kepada istri temannya tersebut. Indrayani kembali menawari bisnis. Kali ini perempuan asal Ponorogo ini menawari Wantoko sebagai pendana dana talangan untuk percepatan pencairan kredit di bank. Bisnis ini kembali sukses. Modal Rp 700 juta yang disetor Wantoko telah dikembalikan beserta keuntungan Rp 35 juta.

Indrayani kemudian kembali menawari Wantoko sebagai pendana dana talangan. Tiga kali transaksi berikutnya terbilang sukses. Indrayani mengembalikan modal yang disetor beserta keuntungannya. Di antaranya, Rp 950 juta yang disetor Wantoko dikembalikan beserta keuntungan Rp 47,5 juta. Modal Rp 1,25 miliar kembali beserta keuntungan Rp 100 juta dan setoran Rp 275 juta juga sudah kembali beserta keuntungan Rp 8,25 juta.

Hanya, setoran Rp 215 juta pada 28 Oktober 2018 mulai macet. Modal beserta keuntungan lima persen belum diterima Wantoko.Pada waktu yang telah ditentukan, terdakwa tidak dapat mengembalikan dana dari Wantoko berikut keuntungannya dengan alasan dananya belum cair dari bank.

Meski dana sebelumnya belum cair, Indrayani kembali minta dana talangan lagi Rp 1,5 miliar ke Wantoko. Janjinya sama, modal akan dikembalikan beserta keuntungan lima persen. Wantoko menyetor Rp 800 juta. Kali ini Indrayani minta jaminan satu sertifikat tanah di Gresik seluas 188 meter persegi.

Indrayani setelah itu kembali meminta Rp 300 juta ke Wantoko. Alasannya, untuk mengurus pencairan dana Wantoko Rp 215 juta dan Rp 800 juta yang sebelumnya macet supaya segera cair. Wantoko lalu mentransfer Rp 297 juta secara bertahap.Ternyata pada saat yang ditentukan terdakwa tidak menyerahkan dana berikut keuntungan.

 Wantoko merugi Rp 1,3 miliar. Setelah ditelusuri, Indrayani sebenarnya tidak punya bisnis properti maupun dana talangan bank. Uang yang disetor Wantoko itu digunakannya untuk membayar utang terdakwa ke pihak lain.(sam)

Sebelumnya DAGANG 8 BUTIR PIL EKSTACY, PESANAN LANGGANAN DUGEM, KHOIRUL HUDA, DIADILI
Selanjutnya Korupsi Dana Proyek, Kepsek dan Waka SMKN 10 Malang Dituntut 5 dan 1,5 Tahun Penjara