Tretes Saat Ramadhan di Jalan Sepi, Dalam Villa Bergoyang.
Foto: Jalan Utama Genengan Pencalu an Tretes yang terlihat sepi, namun dalam villa ada saja yang bergoyang.

Tretes Saat Ramadhan di Jalan Sepi, Dalam Villa Bergoyang.

Laporan Iwan Dayat.

Pasuruan Suara-Publik.com Tretes saat bulan Ramadhan 1439 Hijriyah masih menggeliat dengan bisnis lendir dan miras nya. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya para pemburu sahwat yang datang ke puncak Tretes di wilayah kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan ini.

Dari penelusuran Suara-Publik.com, Para pelaku bisnis lendir masih leluasa menjajakan daganganya kepada para pelangganya di villa-villa kamaran Tretes. Safi' i Salah satu pengelola villa kepada Suara-Publik.com menjelaskan. " Saat Ramadhan ceweknya lebih mudah di kos-kosan karena di wisma sering kosong, " Kata Safi'i yang Menjaga Villa di kawasan Genengan gang 6 Desa Pencalu an Tretes, Sabtu (26/5).

Selain wanita pemuas sahwat, Tretes juga masih dihiasi beragam minuman keras jenis bir, Arak dan Vodka yang masih dijual bebas di toko klontong sekitar villa. 

Operasi cipta kondisi dilakukan seringkali bocor dan kurang mendapatkan hasil yang maksimal. Polres Pasuruan pada beberapa hari yang lalu hanya mendapatkan 9 wanita penjaja cinta di wilayah yang dikenal dengan hawa dinginya ini. " Kebanyakan cewek diambil dari daerah Jagil dan Pandaan kalo yang di kos-kosan Malabar sudah seringkali diobrak jadi kosong apalagi wisma, " Tambah Safi' I.

Menurutnya, Wanita pemuas sahwat saat Ramadhan penampilanya lebih tertutup dan bertarif lebih tinggi saat sebelum Ramadhan. "Rata'rata standar untuk short time ( Per 3 Jam) antara 400 ribu hingga 600 ribu tergantung kesepakatan dengan pencari cewek," Pungkas Safi'i.

Dusun Jagil Desa Gambiran kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan dikenal dengan kampung kos-kosan dengan banyak berdirinya rumah kos yang dihuni oleh mayoritas pekerja dunia malam Tretes. Selain Tretes, Kecamatan Pandaan juga diwarnai dengan wanita penghibur yang mudah dijumpai dikawasan kawasan wisata Cheng Ho, Terminal Pandaan, Taman Dayu dan sepanjang jalan raya Kasri dengan para warianya yang berderet di pinggir jalan.

Ditutupnya tempat karaoke selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah berdampak pada para pekerja hiburan malam yang tetap menjalankan aksinya melalui jasa tukang ojek. Rumah karaoke resmi ditutup, Namun warung kopi di kawasan jalan raya Bangil- Pandaan masih dihiasi dengan musik karaoke lengkap dengan pemandu lagunya.

Dilain tempat, Wisata sahwat yang masih ber operasi yakni diwilayah kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan yang dikenal dengan sebutan ' Tangkis Porong'. Di Tangkis porong berderet warung-warung lengkap dengan pemandu lagu serta mirasnya, Sedangkan dibawah tanggul berdiri tenda-tenda tempat melampiaskan sahwat. Tak ketinggalan judi jenis ' Cap ji kie' yang mulai ber operasi pukul 00 Wib hingga pukul 03.00 Wib yang sampai saat ini belum tersentuh oleh Polres Pasuruan, (dyt).

Sebelumnya Berbagi Takjil, Cara Ratih Membirukan Surabaya.
Selanjutnya Perangkat Desa Mulai Bernyanyi, Terkait Hilangnya Tanah Negara.