Tukang Kebun Sekolah Terancam 15 Tahun Penjara, Tega Cabuli 6 Siswi SD

Tukang Kebun Sekolah Terancam 15 Tahun Penjara, Tega Cabuli 6 Siswi SD

Laporan: Tom

SURABAYA - pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Laporan terbaru, seorang penjaga kebun sekolah mencabuli siswi kelas 2 hingga kelas 3 SD ( sekolah dasar) di Surabaya barat. Parahnya, perbuatan bejat tersebut dilakukan berulang kepada korban.

Kedua korban itu berinisial AP umur 9 tahun berstatus pelajar SD kelas 3 asal Sememi Surabaya dan ANA umur 8 tahun masih berstatus pelajar SD kelas 2, asal Benowo Surabaya.

"Penjaga sekolah itu bernama Madekur Usianya 46 tahun asal Jl. Bandar Rejo, Sememi Benowo Surabaya. Dia ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya. Pelaku ditangkap atas laporan keluarga korban sehari sebelumnya. 

Dalam pemeriksaan, Madekur menceritakan bahwa perbuatan cabul pertama dilakukan pada tahun 2015 lalu. Kala itu korban usai pelajaran Olahraga pada saat bermain dan situasi sekolah sepi, tersangka langsung menghampiri dan memeluk korban serta menciumi pipi korban.

Kemudian sejak kelas 2 SD tersangka mulai mencabuli korban dengan cara tersangka memeluk tubuh korban dan menciumi pipi serta tangan tersangka juga memegang dan meremas payudara korban serta tangan tersangka juga memasukan tangannya ke dalam celana korban lalu memasukan jarinya ke dalam kemaluan korban hingga korban merasa kesakitan.

Setelah itu tersangka memberi uang Rp 2000 ( dua ribu rupiah) kepada korban setelah melakukan cabul.

"Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana mengatakan, bahwa ada perbuatan cabul yang disebabkan oleh pelaku kemudian kita lakukan pemeriksaan, kita melakukan pengecekan ke lapangan dan juga dari beberapa saksi karena ada beberapa juga siswa yang melihat kita lakukan introgasi.

Dan benar bahwa pelaku ini melakukan terhadap beberapa siswa di sekolah dasar tersebut dan korban adalah siswa dari sekolah itu.

Mantan Wakapolres Tulung Agung itu juga menjelaskan, perbuatan ini dilakukan oleh tersangka sejak tahun 2015 jadi korban semasa kelas 1 SD juga pernah di menjadi korban dari tersangka sampai dengan kelas 3," terang I Dewa Gede kepada awak media, Jum'at (8/12/2017).

"Dari keterangan pelaku ada 6 korban namun sampai saat ini masih ada 2 korban yang masih melapor ke polisi. Perbuatan tersangka saat melakukan perbuatan cabul pada saat korban selesai olahraga, dan korban pada saat itu bermain kemudian ditarik oleh pelaku kemudian dicium kemudian diraba-raba dan selanjutnya dilakukan pencabulan," pungkasnya.

Tersangka kami kenai pasal 82 UU RI tahun 2014 atas perubahan UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara" tegas I Dewa Gede.

Sementara itu, Madekur mengaku menyesali perbuatannya. Dia menyatakan khilaf atas aksi tidak terpujinya terhadap korban. Pria asal Jl. Bandar Rejo, Sememi, Benowo Surabaya, itu mengatakan siap menanggung segala risiko dan konsekuensi atas apa yang sudah dilakukannya. "Saya pasrah mas dan siap menanggung resikonya" ucapnya lirih. 

Sebelumnya Satreskoba Polres Bondowoso Tangkap Mahasiswa Pengedar Pil Koplo.
Selanjutnya Kasus Korupsi SD Nurul Iman Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.