UPTD Pengairan Kota, Tak Akui Bangunan Irigasi Desa Klabang Agung.
Foto: Kondisi Bangunan Irigasi plengsengannya yang ambrol

UPTD Pengairan Kota, Tak Akui Bangunan Irigasi Desa Klabang Agung.

Laporan Cipto

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Sehari setelah tak berikan jawaban saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Pengairan kota, Ike, akhirnya memberikan jawaban terkait bangunan saluran irigasi di desa Klabang Agung.

Menurut Ike, pihaknya tidak punya proyek pembangunan saluran irigasi di desa Klabang Agung. "Perasaan saya dak pernah garap disana pak dan jika ingin ketemu saya besok masih ada rapat ke BKD pak,"jawab Ike, kepada Wartawan Suara Publik.

100%

Kendati demikian, Suara Publik akan kembali melakukan penelusuran terkait bangunan di desa Klabang Agung, setelah pihak UPT Pengairan Kota tidak mengakui keberadaan bangunan tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, irigasi yang ambrol tersebut dikeluhkan warga. Seperti yang di terangkan oleh salah satu tokoh petani bernama Bahri saat ditemui SUARA PUBLIK (10-04-19) menuturkan " kerusakan ini bukan diakibatkan faktor alam atau diterjang banjir, akan tetapi diduga kuat penyebab kerusakan campuran dan pekerjaan yang dilakukan tidak layak, jelek dan terkesan terburu buru Mas " tutur Bahri di lapangan.

Bahkan dikatakan Bahri proyek ini tumpang tindih atau bangunan baru hanya ditempelkan begitu saja pada bangunan lama (Tumpang Tindih), tanah tidak dikopras, bahkan pondasinya tidak memenuhi syarat sehingga bangunannya tidak kokoh.

Sebelumnya Puluhan Tahun Jalan Antar Desa Jurangsapi-Bendoarum, Tak di Aspal.
Selanjutnya Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Kesulitan Lakukan Perekaman E-KTP, 3.121 Warga Berada Diluar Kota dan Jadi TKI.