Vanesa Angel Resmi Jadi Tersangka Prostitusi Online.
Foto: Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan didampingi Kombespol Frans Barung Mangera.

Vanesa Angel Resmi Jadi Tersangka Prostitusi Online.

Laporan Ismail.

Surabaya, Suara Publik-Setelah penyidik menelisik kiprah artis cantik Vanesa Angel dalam dunia prostitusi online. Dan penyidik menemukan beberapa bukti kuat keterlibatan Vanesa, dalam jaringan prostitusi kelas atas. Polda Jawa Timur resmi menetapkan Vanessa Anggel  sebagai Tersangka dalam kasus prostitusi online yang tertangkap di sebuah Hotel di Surabaya, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya Vanessa anggel hanya sebagai saksi atas kasus prostitusi online tersebut, dari penyelidikan serta penemuan sejumlah bukti-bukti yang kuat atas keterlibatannya, pihak Kepolisian menetapkan Vanessa sebagai tersangka.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan penetapan Vanessa Anggel jadi tersangka sudah sesuai prosedur kajian dari penyidikan serta gelar perkara.

"Terkait hasil gelar perkara dan diperiksanya saudari Vanessa Anggel akhirnya mulai hari ini kami tetapkan sebagai tersangka," ucapnya di Mapolda Jatim, Rabu (16/1/2019).

Penetapan VA sebagai tersangka merupakan hasil dari penyelidikan. Setelah diperiksa selama sembilan jam pada hari Senin (14/1/2019), Polisi mendapati beberapa fakta yang bisa menjerat saudari Vanessa, karena menjadi salah satu penyedia layanan.

Sebelumnya pemeriksaan dilakukan oleh beberapa saksi ahli. Seperti ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE hingga ahli dari MUI dan Kementerian Agama. "Dari beberapa barang bukti yang mengaitkan dalam transaksi komunikasi tersebut sehingga menguatkan Vanessa kami tetapkan sebagai tersangka," katanya.

Lebih lanjut, pihak Polda Jatim akan melayangkan surat pemanggilan untuk Vanessa Anggel sebagai tersangka. "Senin pekan akan dilayangkan surat pemanggilan tersangka untuk hadir di Polda Jatim," pungkasnya.

Sebelumnya Pledoi LBH Taruna Dipertimbangkan Hakim, Vonis Terdakwa Narkoba di Tunda.
Selanjutnya 2 Pengacara Bawang Bombai Ilegal, Hindari Pertanyaan Awak Media.