Viral, Poster Korlap Aksi Menolak Pilkades 2025 Sampang, Hilang Tanpa Jejak

Viral, Poster Korlap Aksi Menolak Pilkades 2025 Sampang, Hilang Tanpa Jejak

SAMPANG, SuaraPublik.com - Akibat perpanjangan PPKM Darurat level 4 Aksi penolakan penundaan Pilkades 2025 di Kabupaten Sampang gagal digelar, Senin (26/07/2021).

Setelah aksi demo tersebut gagal digelar, berdasarkan pantauwan awak media lpktrankonmasi.com. Tersebar diberbagai group what's App poster korlap aksi yang bertuliskan hilang tanpa jejak, dalam poster tersebut nampak foto pemuda yang membaca buku dan juga tercantum akun Facebook yang bernama Kurdi Nata. Entah siapa yang telah mengedit poster tersebut.

Setelah awak media menelusuri akun Facebook Kurdi Nata. Ternyata Kurdi Nata adalah korlap aksi yang menolak Pilkades 2025 di Kabupaten Sampang yang bernama Kurdy.

Dan juga tersebar luas di berbagai media sosial dalam secarik surat bahwa aksi tersebut ditunda akibat PPKM Level4 dan surat tersebut ditandangi oleh Koordinator KMM yaitu Kurdy.

Sementara itu Setelah awak media mewawancarai salah satu aktifis putra Sampang kebetulan kuliah di Kota Malang berinisial J, yang turun langsung dari Kota Malang untuk ikut aksi ke Kantor DPRD Sampang. Merasa kecewa dengan korlap masa aksi. Yang di mana korlap masa aksi menghilang tanpa jejak," tuturnya.

Pertanggung jawaban yang telah mengundang seruan aksi atas nama mahasiswa Kabupaten Sampang. Seolah menurut aktivis putra Sampang dari kota malang, gerakan ini adalah gerakan yang tidak terkonsep rapi untuk turun kejalan menuntut SK penundaan pilkades 2025 di cabut.

Ia juga mengatakan, bahwa korlap masa aksi ini tidak hilang, tapi dia tidak bertanggung jawab atas pamflet yang telah beredar, dan kemungkinan korlap ini ingin macari nama di publik Kabupaten Sampang. 

Menurut J aktivis Sampang yang terlahir dari Kota Malang, ketika pamflet sudah tersebar gerakan harus ada di hari itu juga, tentunya yang sudah di kaji secara matang. Jujur kami sangat kecewa dengan korlap masa aksi untuk menuntut pencabutan SK pilkades yang membawa nama mahasiswa se Kabupaten Sampang, dan sedangkan korlap masa aksi seolah-olah hanya membuat isu aksi saja," tandasnya. (Lex)

Sebelumnya Masa Pandemi, Strategi Ekselerasi Agen Pos Bagi KUKM
Selanjutnya Dana Investasi Fiktif Senilai 100 Juta Euro, Solekan dan Abdul Muiz Diadili