Wakil Bupati Bondowoso Ingatkan, Kasek Tak Tunda Gaji Guru Honorer Dari Dana Bos.
Foto: Bupati, Wabup, Sekda dan Kadisdikbud Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso Ingatkan, Kasek Tak Tunda Gaji Guru Honorer Dari Dana Bos.

Laporan: Guido Saphan.

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Safari pendidikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, hari ini, Senin (25/2/2019), kembali di gelar di SMP Negeri Tlogosari. Ikut mendampingi KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar Rahmat, adalah Sekda Agung Tri Handono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Harimas, dan sejumlah pejabat dilingkungan pendidikan.

Tidak hanya itu, hadir juga Camat Tlogosari, Pujer, Sukosari, Sumber Wringin dan Camat Sempol (Ijen), dan ratusan Guru dari tingkat SD dan SMP.

Bupati Bondowoso dalam sambutannya mengemukakan, safari pendidikan hari ini dalam rangka memantapkan mutu pendidikan yang lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah tidak sekolah lagi. "Saya berharap tidak ada lagi anak-anak usia sekolah menganggur lagi," kata Bupati, dihadapan peserta undangan yang hadir.

Safari Pendidikan dan Kebudayaan 2019 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso di lima sekolah berbeda mulai 11 Februari lalu, dimanfaatkan untuk menjelaskan pentingnya dana BOS (BantuanOperasional Sekolah) bagi para guru/tenaga pendidik berstatus honorer.

"Mengingat, anggaran penggajian para guru honorer melalui alokasi dana BOS," kata Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat dalam sambutannya mengingatkan seluruh Kepala Sekolah (Kasek) baik SD maupun SMP di Kota Tape–julukan Kabupaten Bondowoso- tidak menunda-nunda pencairan dana BOS, khususnya alokasi menggaji guru honorer. ”Tolong, kepala sekolah baik SD ataupun SMP di Bondowoso tidak menunda-nunda alokasi dana BOS untuk menggaji guru honorer dan sesuaikan dengan ketentuan aturan yang ada,” tegasnya.

Terlebih, jelas wabup dengan empat anak ini, Bondowoso masih kekurangan sekitar lebih seribu guru semua jenjang pendidikan dan untuk mengatasinya banyak memanfaatkan tenaga guru honorer. ”Oleh karena itu, saya meminta kepala sekolah agar memperhatikan kesejahteraan tenaga guru honorer, dengan anggaran menggaji melalui alokasi dana BOS itu tadi,” jelasnya.

Selain itu, tambah Wabup Irwan, Pemkab memberikan penghargaan pada tenaga honorer tergabung K2, khusus pendidik melalui tunjangan insentif sebesar Rp 400 ribu per bulan.

Kepala Disdikbud Bondowoso, Harimas menjelaskan, berdasarkan Permen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2018 terkait BOS disebutkan, anggaran BOS boleh digunakan membayar honor GTT (Guru Tidak Tetap)  maksimal 15 persen dan tidak boleh lebih. ”Jadi, semakin banyak jumlah siswa, maka dana BOS semakin besar. Maka dari itu itu, antara sekolah yang satu dan sekolah lain tidak sama. Karena, ukuran 15 persennya tidak sama,” jelasnya.

Untuk diketahui, lima tempat berbeda yang menjadi pusat Safari Pendidikan dan Kebudayaan 2019 yang digelar Disdikbud Bondowoso, yakni SMPN 1 Cermee (11/2/2019), SMPN 1 Tlogosari (14/2/2019), SDN Maesan (18/2/2019), SDN Patemon 2 Curahdami (21/2/2019), dan SMPN 5 Bondowoso (25/2/2019). Di setiap tempat diikuti peserta dari empat hingga lima kecamatan sekitar. 

Sebelumnya Ratusan Warga Dapat Pengobatan Gratis, di Perum Sutri Sobo
Selanjutnya Pemkab Tunda Pemindahan Pasar Hewan, Ada Temuan BPK Terkait Pembangunan Pasar Hewan Locare.