Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ancam SKPD Yang Hambat Program Prioritas Pemerintahan Sabar.
Foto: Wakil Ketua DPRD Bondowoso Andi Hermanto.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ancam SKPD Yang Hambat Program Prioritas Pemerintahan Sabar.

Laporan : Hery/Sus

BONDOWOSO, suara-publik.com - Wakil ketua DPRD Bondowoso, Andi Hermanto, geram terhadap SKPD yang sengaja menghambat visi misi KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar Rahmat, selaku Bupati dan wakil Bupati Bondowoso terpilih tahun 2018-2023.

Dugaan kuat program prioritas yang dihambat oleh SKPD, adalah bantuan guru ngaji senilai Rp 1,5 juta perguru ngaji yang tidak masuk dalam Draf APBD tahun 2019. Program prioritas itu tetap mengacu para anggaran sebelumnya, yakni sebesar Rp 800 ribu perorang.

Andi menduga, SKPD sengaja melakukan ini dengan tujuan untuk mempermalukan KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar Rahmat kepada masyarakat. Padahal, sejak awal tim transisi dengan sejumlah pejabat yang berkompeten bahwa anggaran guru ngaji tersebut sudah disepakati dan ditetapkan Rp 1,5 juta, dan akan direalisasikan pada awal tahun.

"Kalau kemudian SKPD tidak dapat menterjemahkan keinginan Bupati dan wakil Bupati Bondowoso terpilih, maka dipersilahkan mundur, karena banyak yang mau ganti,"kata Andi.

Lebih jauh ia menegaskan, sesuai dengan janji Paslon Sabar saat kampanye akan mengembalikan hak-hak warga masyarakat Bondowoso yang selama ini telah diberangus, dan nampaknya upaya tersebut tidak berjalan mulus, karena ada indikasi kuat SKPD untuk sengaja mengagalkan visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih. "Ini semakin nampak jelas ke permukaan, dengan diajukannya draf APBD tahun 2019 yang samasekali tidak menyertakan program prioritas dari KH Salwa Arifin dan H Irwan Bachtiar Rahmat," tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, kalau SKPD tidak bisa mengartikan dan memahami visi misi pemerintahan Sabar, yang tujuannya untuk kesejahteraan para guru ngaji, dan mereka tidak patuh pada atasannya, yakni kepada Bupati dan Wabup yang sebentar lagi akan di lantik, maka siap-siap untuk hengkang, karena fraksi PDIP sudah tahu siapa yang bermain-main dibalik ini semua.

Kita punya dasar untuk menaikkan honor guru ngaji dan Bosda Madin itu, karena sebagian petingggi partai sudah sepakat untuk menaikkan honor guru ngaji dan Bosda Madin sesuai dengan hasil pertemuan kemaren antara Wabup terpilih dengan para petinggi partai yang ada di Bondowoso.

"Tapi ketika saya melihat fakta, data pengajuan persetujuan ke DPRD khususnya honor Guru ngaji dan Bosda madin tidak tertera, padahal honor guru ngaji dan Bosda Madin, adalah untuk kesejahteraan mereka, dan bagian dari tujuan pemerintahan Sabar," imbuhnya.

Sebelumnya Simpan Sabu Dalam Bungkus Rokok, Pria ini Dibekuk Opsnal Polsek Krembangan.
Selanjutnya Satreskrim Polresta Pasuruan, Bekuk Tersangka Penggelapan Mobil.