2 Menit, Wartawan Didamprat 'Markus'
  
2 Menit, Wartawan Didamprat 'Markus'

2 Menit, Wartawan Didamprat 'Markus'

SURABAYA (suara-publik.com)- Maksudnya hendak konfirmasi dugaan terjadinya praktik makelar kasus (markus) terkait kasus yang menimpa WN Korea. Namun di luar dugaan, Risang, wartawan sebuah media cetak harian lokal malah didamprat si ‘markus’ via seluler selama lebih 2 menit. Kontan saja fenomena ini menjadi perhatian para kuli tinta dan pengunjung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/10/2011) pukul 12.48 WIB.

“Halo pak, nama saya Risang dari Radar Surabaya. Apa benar yang dimaksud Hariko adalah anda?” tanya Risang. Raut wajah wartawan berambut gondrong ini nampak kesal lantaran yang dikonfirmasi malah ‘kebakaran jenggot’. “Lho saya kan hanya tanya, apa benar yang dimaksud itu adalah bapak,” sergah Risang. Masih Risang, “15 tahun, silahkan kalau mau melaporkan saya,” begitu kata Risang.

Seteleh pembicaraan via seluler terputus, wartawan yang berposting di PN Surabaya ini mengaku heran dengan ulah Hariko. “Padahal saya bertanya baik-baik, tetapi mengapa Hariko malah marah-marah,” sesalnya. Maksud dari 15 tahun, kata Risang, karena dia ditanya oleh Hariko berapa lama menjadi wartawan.

Seperti diberitakan di beberapa media bahwa, Hariko dipolisikan atas dugaan penipuan dan penggelapan, dengan modus penyelesaian perkara di Polrestabestabes Surabaya. Korbannya adalah Umi Fadilah, yang tak lain adalah isteri Kim Jong Chul, WN Korea yang oleh Polrestabes Surabaya, dijadikan tersangka atas dugaan penganiayaan kepada korban yang diduga purel diskotik 777 di kawasan Darmo Park Surabaya.

Hariko diduga telah menerima uang Rp 241,5 juta dari Kim yang notebonenya untuk diberikan ke penyidik, mengeluarkan SP3, pembantaran tahanan, tes DNA, surat keterangan nikah, dan untuk ‘upeti’ Kapolres. Akhirnya, Umi Fadilah (istri Kim) melaporkan Harico ke Polda Jatim sejak 16 Agustus 2011 lalu, register nomor 462/VIII/2011/SPKT. Anehnya hingga saat ini, baik Umi maupun Kim diduga tidak pernah dimintai keterangan terkait praktik markus tersebut.

Sementara Hariko ketika dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik Group) via sms, terkait kasus Kim malah enggan menjawab, Rabu (5/10/2011) pukul 14.03 WIB. (ban,dra,ono) foto ilutrasi 'markus'.

Sebelumnya Keraguan Jaksa dan Hakim Dijawab Advokat
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas