Beli HP Via Online Ngaku Polisi, Renaldi, Ababil dan Aldi Diadili
Foto: Terdakwa Renaldi Tunjung Pambudi, (28), Ababil Akbar Wicaksana, (22) dan Aldi Firmansyah, (21), menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online,Rabu (09/06/2021).

Beli HP Via Online Ngaku Polisi, Renaldi, Ababil dan Aldi Diadili

Surabaya, Suara Publik - Tiga pemuda asal Bubutan, Surabaya nyaru sebagai polisi ketika membeli handphone melalui transaksi online. Mereka adalah Renaldi Tunjung Pambudi, 28, Ababil Akbar Wicaksana, 22, dan Aldi Firmansyah, 21.

Akibat perbuatannya, para terdakwa disidangkan di ruang cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.Rabu (09/06/2021)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati yang diwakilkan oleh Jaksa Yusuf Akbar Amin membacakan surat dakwaan ketiga terdakwa.

Aksi penipuan yang dilakukan oleh para terdakwa tersebut bermula pada 1 Febuari 2021. Salah satu dari mereka, yaitu Renaldi menggunakan akun facebook dengan nama profil Fajar Dwi Bagus dan tercantum pada kolom pekerjaan sebagai anggota Polri. 

Dengan akun tersebut, Renaldi membeli handphone merk Oppo Reno 5 warna Fantasy Silver yang diposting olek saksi korban Yono Sumarsono di marketplace. 

Hp tersebut dijual oleh Yono seharga Rp 4,4 juta. Kemudian, terdakwa meminta nomor telepon korban untuk melanjutkan transaksi via japri melalui WA. 

“Ketika berkomunikasi melalui WA, terdakwa sempat ditawari oleh saksi korban Yono Hp dengan merk lain. Namun terdakwa menolak dan tetap memilih hp merk Oppo Reno 5 Warna Fantasy Silver,” kata Jaksa Yusuf.

JPU Yusuf melanjutkan, terdakwa kemudian mengirimkan bukti transfer ATM BCA. Akan tetapi, struk yang difoto oleh Renaldi bukanlah asli. Struk itu diedit dengan atas nama Bagus Setyawan, SH menggunakan aplikasi Picsay Pro di Google.

“Selanjutnya terdakwa mengirimkan bukti transfer palsu yang disandingkan dengan kartu anggota Polri melalui WA. Yono pun percaya, sepakat dan mengirim hp tersebut ke alamat Jalan Kranggan Gang 6 Kota Surabaya,” lanjut JPU. 

Saksi Yono kemudian mengirim Hp pesanan terdakwa Renaldi ke alamat tersebut menggunakan jasa ojek online. Sesampainya di alamat tersebut, hp pesanan Renaldi diterima oleh Ababil dan Aldi.

Sesampainya Hp tersebut ditangan Ababil dan Aldi, mereka menjualnya kembali seharga Rp 4 juta. 

“Bahwa terdakwa Renaldi tidak pernah melakukan pembayaran baik secara cash atau melalui transfer kepada saksi Yono. Bahwa Renaldi, Ababil, dan Aldi tidak ada mendapat izin dari saksi Yono dalam menjual kembali satu unit hp merk Oppo Reno 5 warna Fantasy Silver dan mengakibatkan saksi Yono merugi Rp 4,4 juta,” pungkas Yusuf.

Di samping itu, masing-masing penasihat para terdakwa mengaku keberatan dan akan mengajukan eksepsi pada persidangan selanjut. “Kami ajukan eksepsi pak,” ujar Dofir dan Hartono penasihat hukum para terdakwa.(Sam)

 

 

 

Sebelumnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Salurkan Sembako, Hingga ke Lorong Pemukiman Warga Gresik
Selanjutnya Tipu Gelap Percetakan Islami, Aulia Rahman Kemplang Korbannya Rp 1,2 Miliar