Bina OPD Tentang Perizinan OSS, DPRKP dan CK Jatim Gelar Sosialisasi Jasa Konstruksi
Foto atas: Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jatim, Ir. Baju Trihaksoro, M.M. Foto tengah: Suasana Sosialisasi. Foto bawah: Dirjen Bina Konstruksi

Bina OPD Tentang Perizinan OSS, DPRKP dan CK Jatim Gelar Sosialisasi Jasa Konstruksi

SURABAYA, (suarapublik.com) – Guna membina OPD (Organisasi Perangkat Daerah), tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur menggelar acara sosialisasi jasa konstruksi. 

“Tujuan kegiatan sosialisasi jasa konstruksi ini adalah untuk melakukan pembinaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (Opd) bidang jasa konstruksi pada 38 Kabupaten/Kota dan masyarakat jasa konstruksi di Provinsi Jawa Timur tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko melalui sistem online,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Jatim, Ir. Baju Trihaksoro, MM dalam rilis sambutannya, Rabu, (23/3/2022).

100%

Baju mengatakan, bahwa pelaksanakan jasa konstruksi ini berdasarkan pada Undang-Undang Cipta kerja dan transformasi sertifikat badan Usaha. 

“Ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, tentang cipta kerja dan transformasi sertifikat badan usaha melalui Lembaga Sertifikat Badan Usaha (LSBU) bidang jasa konstruksi,” terangnya. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 23-24/3/2022 tersebut, di hadiri Direktur Jendral Bina Konstruksi, Ir. Yudha Mediawan M.DEV.PLG, Kepala OPD Jasa Konstruksi 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan Assosiasi Profesi Jasa Konstruksi. Namun yang paling istimewa dalam kegiatan tersebut, bisa dihadiri secara langsung oleh orang nomor satu bina konstruksi, Ir. Yudha Mediawan selaku Direktur Jendral Bina Konstruksi.  

“Untuk itu, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dirjen Bina Konstruksi yang telah berkenan hadir untuk memberikan arahan sekaligus membuka sosialisasi jasa konstruksi, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” tandasnya. 

Dalam paparannya, materi yang disampaikan dari sumber Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerangkan kebijakan penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko subsektor jasa konstruksi yakni, konsepsi perizinan berusaha dengan melakukan inovasi penyederhanaan perizinan berusaha. “Pangkas perizinan berusaha dan sederhanakan prosedur, “kata President RI, Joko Widodo, dikutip dari sumber Kemenko Perekonomian. 

100%

Dengan ada nya pengesahan UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, mempunyai implementasi RBA yang mencakup diantaranya, RBA (Risk Base Approach) artinya, mendukung penciptaan lapangan kerja melalui pemberian kemudahan usaha UMKM dan peningkatan investasi. Selanjutnya, prinsip RBA perizinan berusaha, artinya, meminimalisir jumlah perizinan berusaha sehingga perizinan lebih sederhana dan perizinan berusaha ditentukan berdasarkan tingkat risiko yang akan ditimbulkan, Kemudian prinsip RBA pengawasan, artinya, Intensitas pelaksanaan pengawasan berdasarkan tingkat risiko. 

Adapun perizinan berusaha berdasarkan KBLI 2020, telah disusun dibawah koordinasi Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi BPS dan BSN dengan melibatkan semua kementerian/lembaga terkait, meliputi 5 tahapan, yaitu, pembahasan analisis risiko berusaha internal kementerian, kordinasi dengan K/L beririsan, konsesus dengan Pengampu K3L, konsesus dengan pelaku usaha dan Pengesahan. 

Pada KBLI 2020 terdapat 1790 klarifikasi usaha, termasuk didalamnya terdapat 68 + 2 KBLI untuk rujukan berusaha di Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dari 70 KBLI terdapat 130 + 2 subklasifikasi usaha jasa konstruksi. (Dre) 

Sebelumnya BUNUH ANAK KANDUNG USIA EMPAT TAHUN, ARI SULISTYO SI IBU SADIS, DIHUKUM 7,5 TAHUN BUI , DENDA Rp. 10 JUTA
Selanjutnya PINJAM DANA TALANGAN, BAYAR PAKAI CEK KOSONG, SENILAI Rp. 4 MILIAR, SATU KABUR, JONATHAN DAN JULIUS, DIADILI