Borong Pembangunan 2 Unit Rumah Dengan Nilai Rp 350 Juta, Ditransfer Rp 275 Juta Namun Bangunan Mangkrak, Agus Johan Diadili
Foto: Terdakwa Agus Johan, saat diperiksa, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara online, Rabu (17/11/2021).

Borong Pembangunan 2 Unit Rumah Dengan Nilai Rp 350 Juta, Ditransfer Rp 275 Juta Namun Bangunan Mangkrak, Agus Johan Diadili

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan pembangunan dua unit rumah senilai Rp 350 juta dijalan Medokan Sawah Gang XI Surabaya, dengan terdskwa Agus Johan, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara online Rabu (17/11/2021).

Giliran terdakwa Agus Johan diperiksa dipersidangan, yang mengakui telah ada kesepakatan pekerjaan dua unit rumah masing- masing se luas 75 M2, dan tanda tangan Surat Perintah Kerja (SPK) dengan Pranaya Yudha Mahardika, diawal tahun 2020.

Uang yang sudah ditranfer ke terdakwa sebesar Rp 285 juta, namun fisik bangunan tidak selesai.

" Saya kerjakan satu unit 40% dan satu unitnya baru 25% yang mulia, " ujar terdakwa Agus.

" Kamu bekerja dari awal Januari 2020 sampai bulan Maret 2020, dan sudah ditranferbuang ke rekening mu, tapi bahan dan upah kerja sebagian belum kamu bayar, benar itu," tanya hakim.

" Benar yang mulia, saat itu saya rencana pulang ke Bali tiga hari, namun tidak bisa kembali ke Surabaya, karena kendala PSBB, pesawat dan bis tidak mengambil penumpang yang mulia," jawab terdakwa.

" Ya akhirnya kamu tidak kembali ke Surabaya, untuk selesaikan pekerjaan rumah pak Yudha, kenapa," tanya hakim.

" Saya tidak kembali karena uang yang dibuat kerja sudah habis untuk kebutuhan keluarga yang mulia, " ucap terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan jaksa.

Awalnya pada tahun 2019 saksi Pranaya Yudha Mahardika meminta terdakwa Agus Johan membangun dua unit rumah di jalan Medokan Sawah Gang XI Surabaya. Dengan Surat Perintah Kerja (SPK) tanggal 3 Januari 2020, dengan kontrak Rp.350 Juta. Lama pelaksanaan selama 3 bulan. Dua unit rumah masing- masing luas 75 M2, seharga Rp.177.090.600,- 

Saksi Pranaya membayar tujuh kali termin ke rekening BCA terdakwa Agus Johan dengan total 278 Juta.

Sedangkan terdakwa Agus Johan hanya mengerjakan 40% dari nilai SPK,

Sisanya dipakai untuk keperluan pribadinya.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Pranaya Yudha Mahardika merugi sebesar 128 juta.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 378 KUHPidana.(Sam)

Sebelumnya Ungkap Misteri Kematian Remaja Driyorejo, Satreskrim Polres Gresik Libatkan Dokter Internal dan Eksternal
Selanjutnya Saksi Pelapor Jelaskan Dipersidangan, Stephanus Jual Kondotel Luas Kamar Lebih Kecil Dari Yang Dipromosikan