DPD RI Minta Jalan Tol Bali Segera Selesai

DPD RI Minta Jalan Tol Bali Segera Selesai

DENPASAR- Kunjungan Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke Pelabuhan Benoa didampingi oleh Ketua DPD Bali, Kadek memantapkan sambutan baik untuk Pembangunan Jalan Tol Bandara Ngurah Rai, Nusa Dua dan ke Pelabuhan Benoa. Irman beserta rombongan didampingi Iwan Sabatini (GM Pelindo III Benoa) dengan menggunakan perahu motor menyelusuri dermaga pelabuhan hingga rencana lintasan jalan tol yang memasuki daerah Pelabuhan Benoa.

Menurut Irman Gusman (Ketua DPD RI) menyambut baik nantinya keberadaan Jalan Tol tersebut untuk mengurangi kemacetan di Kota Denpasar. Bahkan Irman berharap nantinya Jalan Tol tersebut menjadi “Ikon” bagi Bali. “Saya berharap jalan tol ini ada jalur buat pengedara motor, pesepeda bahkan jika memungkinkan ada jalur untuk jalan sehat (jogging). Bahkan suatu saat “Bali Bridge” ini bisa dijadikan event Lari 10 K,” harapnya.

Disela-sela kegiatannya, Irman juga mendapat penjelasan dari Eddy Bambang Susilotomo, Engineering dari Jasa Marga bahwa panjang Tol sekitar 9,4 Km yang diharapkan dapat selesai awal tahun 2013 sehingga dapat dioperasikan saat KTT APEC di Denpasar Bali mendatang. Dijelaskan pula kepada Irman, pembangunan Tol ini  diperkirakan akan menelan biaya Rp. 2,3 Triliun, dan didukung konsorsium dari beberapa BUMN seperti PT. Jasa Marga, PT Pelindo III, PT. Angkasa Pura, PT. Bali Tourism Development Centre, PT. Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT. Adhi Karya.

Iwan Sabatini, GM Pelindo III mengatakan, dengan terwujudnya jalan tol ini nanti, akan memberikan keuntungan bagi Pelindo III Benoa karena arus barang akan lebih lancar, sehingga dapat mendukung kelancaran logistik di Bali. “Tak ketinggalan keberdaan jalan tol ini akan dapat memberikan kepuasan bagi para wisata mancanegara khususnya penumpang kapal cruise dari Pelabuhan Benoa, sebab akses keluar masuk melewati jalan masuk pelabuhan,” ujarnya.

Secara umum bahwa rencana pembangunan jalan tol ini sudah tidak ada masalah lagi. Karena ini merupakan “fly over” diatas laut, sehingga tidak mengganggu lahan mangrove, sedangkan terkait perijinan, ijin dari Menteri Kehutanan sudah keluar paling lambat akhir tahun sudah mulai konstruksi.   dra, dbs

Sebelumnya Pelindo III Tanjung Perak Salurkan Dana PKBL Rp.1,485 M
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas