Eksepsi Budi Terdakwa Tipugelap Tender 70 Unit Mobil, Ditolak Karena Memasuki Pokok Perkara
Foto: Terdakwa Budi Kurniawan, SE, mendengarkan putusan sela secara online, di ruang Sari 1 PN Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Eksepsi Budi Terdakwa Tipugelap Tender 70 Unit Mobil, Ditolak Karena Memasuki Pokok Perkara

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan termin pembayaran tender pengadaan 70 unit mobil, yang belum terbayarkan senilai Rp. 7,4 Miliar, dengan terdakwa Budi Kurniawan, SE, di ruang Cakra PN Surabaya, secara online, Selasa (14/12/2021).

Sidang dengan agenda pembacaan putusan sela atas eksepsi yang diajukan terdakwa melalui penasihat hukumnya.

Eksepsi yang diajukan terdakwa Budi Kurniawan,SE, Direktur Utama PT Gajah Mada Abadi (GMA), Budi Kurniawan ditolak majelis hakim, diruang sari 1 Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Penolakan tersebut disampaikan oleh Suparno selaku ketua majelis hakim, Dalam persidangan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lujeng dan tim penasihat hukum terdakwa. Sedangkan Budi mengikuti sidang secara virtual dari tahanan Polda Jatim.

Dalam amar putusan selanya, hakim Suparno tidak sepakat dengan dalil-dalil eksepsi yang disampaikan oleh tim penasihat hukumnya pada persidangan sebelumnya. Suparno menilai eksepsi tersebut telah masuk ke pokok perkara, yang harus dibuktikan dalam sidang pembuktian.

"Menolak eksepsi tim penasehat hukum, melanjutkan persidangan ke pembuktian, memerintahkan Jaksa menghadirkan saksi-saksi dalam perkara ini," ucap Suparno saat membacakan amar putusan selanya.

Hakim memerintahkan JPU, untuk menghadirkan saksi- saksi pada persidangan selanjutnya.

Berawal H.Sriyono,SE,MM bekerja sebagai Kepala Divisi Fleet dan GSO, pada PT.Tunas Mobilindo Perkasa, bergerak dibidang penjualan Mobil merk Daihatsu di jalan Prof.Dr.Soepomo/ 31 Jakarta Selatan. Mendapat informasi tentang tender pengadaan Mobil Perlindungan dari Kementrian Pembedayaan Perempuan dan Anak.

Selanjutnya H.Sriyono menghubungi perusahaan yang bergerak di bidang Karoseri untuk mengikuti tender. Akhirnya H.Sriyono berkenalan dengan dengan Anthony Tjipta Hartawan selaku marketing PT.Gajah Mada Abadi bergerak di bidang Manu Fakturing kendaraan ( karoseri ) jalan kedungturi No. 18A Taman Sidoarjo.

Selanjutnya Anthony mempertemukan H.Sriyono kepada terdakwa Budi Kurniawan,SE Dirut.PT.Gajah Mada Abadi.Dan terdakwa menyanggupi permintaan H.Sriyono untuk mengikuti tender dari Kementrian PPPA.

Tanggal 22 September 2019, 20 unit,

Tanggal 26 September 2019, 1 unit.

Tanggal 27 September 2019, 1 unit

Tanggal 29 September 2019, 48 unit

Termin 1, tanggal 28 Oktober 2019 untuk 21 unit Molin sebesar Rp. 5.705.700.000,- 

Termin 2, tanggal 5 Desember 2019 untuk 35 Unit Molin sebesar Rp. 9.509.500.000,- 

Termin 3, tanggal 14 Desember 2019 untuk 14 Unit molin sebesar Rp. 3.803.800.000,-

Saat jatuh tempo tanggal 6 Maret 2020, H.Sriyono mencairkan cek Bank Commonwealth, ditolak, saldo rekening Giro tidak cukup.H.Sriyono melakukan penagihan ke terdakwa, hanya di bayar lewat Transfer an.PT.TMP, senilai Rp.1,250 Miliar selanjutnya Rp.1Miliar.

Masih ada kekurangan sebesar Rp. 7.470.000.000,-.Atas kekurangan bayar tersebut, PT.TMP melakukan penagihan ke terdakwa hanya janji, sampai sekarang belum terbayarkan, Padahal pihak Kementrian PPPA telah membayar lunas pengadaan 70 unit mobil, Merk Daihatsu Luxio 1,5X M/T MC E4 VIN 2019.

Perbuatan terdakwa mengakibatkan Pihak PT TMP mengalami kerugian sebesar Rp. 7.470.000.000,-

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.(Sam)

Sebelumnya Gelapkan Uang Penjualan Ban Sebesar Rp. 4,5 Miliar, Suwandi Dibui 26 Bulan Penjara
Selanjutnya COPOT KOMISARIS YANG SAH, BENNY SOEWANDA DAN IRWAN TANAYA "PALSUKAN AKTA AUTENTIK RUPS LUAR BIASA":JAKSA HADIRKAN SAKSI PELAPOR.