Ketiga Pria Ini Didakwa Sebagai Pengedar, Gegara Jual Beli 10 Butir Pil Ekstasi
Foto: Ketiga Terdakwa Kasus pil Ekstasi, masing masing diperiksa sebagai saksi, di ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara online, Kamis (04/11/2021).

Ketiga Pria Ini Didakwa Sebagai Pengedar, Gegara Jual Beli 10 Butir Pil Ekstasi

Surabaya, suara publik - Bagas Prayogi, Moh Rizqi dan Sofyan Shukran Huda didakwa bersama-sama menyalah gunakan narkotika jenis ekstasi. Ketiganya mempunyai peran berbeda dalam perkara ini. Untuk itu, mereka diadili secara terpisah, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Kamis (04/11/20)

Dalam agenda pemeriksaan terdakwa, terdakwa Rizki mendapatkan pil setan tersebut dari Sofyan dengan harga 375 ribu perbutirnya.Selanjutnya Riski menjual ke Bagas dengan harga 450 ribu, terdakwa Sofyan membeli pil ekstacy sudah dua kali dari Purwo (DPO), yang terakhir Riski membeli 10 butir, sudah sempat terjual lima butir, sisanya Riski keburu ditangkap.

" Pil ekstacy yang lima butir ada pada Bagas yang mulia," ujar terdakwa Riski.

Pada Jumat 02 Juli 2021 sekira pukul 21:00, berawal dari kebiasaan Bagas membeli narkotika jenis extacy untuk dikonsumsi maupun dijual lagi kepada temannya. Terdakwa lalu menghubungi Moh Rizqi (diperiksa dalam berkas terpisah) dan memesan ekstasi sebanyak 10 butir dengan harga Rp 4,5 juta. 

Bagas lalu kemudian dibayar melalui transfer ke rekening Bank Mandiri milik Rizqi. Setelah menerima transfer uang dari terdakwa, Rizqi lalu membeli 10 butir pil ekstasi tersebut kepada Sofyan Shukran Huda.

Setelah itu diantarkan ke tempat kos terdakwa di Jl Kupang Panjaan Gg. E No. 1E Surabaya dan diterima langsung oleh terdakwa. Selanjutnya, terdakwa mengajak teman-temannya dan mengkonsumsi 5 butir. Sedangkan sisanya disimpan terdakwa didalam kamarnya.

"Namun ternyata perbuatan terdakwa diketahui oleh pihak kepolisian. Sehingga saksi Rico Permana Kusuma dan timnya dari Satreskoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada Kamis, 15 Juli 2021 sekira pukul 01:00 wib.

Dilakukan penggeledahan dua butir pil ekstacy di kamar kos Riski. Sementara di rumahnya jalan kedondong kidul gang 2 no.8A ditemukan lagi 3 butir.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga terdakwa dianggap melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 (1) jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Sebelumnya GMBI Laporkan Dugaan Korupsi Ternak Macet Dinas Pertanian Banyuwangi
Selanjutnya Rekayasa Faktur Pajak Rugikan Negara Sebesar Rp 1,9 Miliar, Alfis Indra di Tuntut 4 Tahun 10 Bulan dan Denda Rp 4,7 Miliar