Kompak Jadi Budak Sabu, "Bapak & Anak" Hamzah dan Sugeng Diadili
Foto: Terdakwa Hamzah Kurnia, Achmad Sugianto serta Achmad Sugeng (tengah), Bandar dan pengedar sabu, menjalani sidang diruang Garuda 2, PN.Surabaya, Selasa (30/03/2021).

Kompak Jadi Budak Sabu, "Bapak & Anak" Hamzah dan Sugeng Diadili

Surabaya, (Suara Publik) - Bapak, anak dan temannya nekat jadi bandar dan pengedar sabu. Mereka adalah Hamzah Kurnia alias James, warga Jalan Setro Baru Utara Gang VIII, Surabaya sebagai bandar dan Achmad Sugianto serta Achmad Sugeng warga Jalan Bulak Cumpat Barat Surabaya, sebagai pengedarnya.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil, saat itu Hamzah alias James membeli 1,0 gram sabu seharga Rp 1 juta kepada Basori (DPO).

Keduanya bertemu di SPBU Juanda, Sidoarjo, Senin 5 Oktober 2020 lalu. Setelah bertemu Basori, terdakwa James pulang ke rumahnya di Jalan Setro Baru Utara Gang VIII.

Di situ, Ia memecah menjadi 12 paket hemat. Setelah dipecah, pemuda 21 tahun ini menyerahkan 12 poket sabu tersebut kepada koleganya Achmad Sugianto di Jalan Bulak Cumpat Barat, Surabaya.

“Sabu tersebut kemudian dijual oleh bapaknya Sugeng, yakni Sugianto dengan harga Rp 150 ribu per poket,” kata Fadhil di Ruang Garuda 2 PN Surabaya.

Sugianto dan Sugeng akan mendapat imbalan nyabu gratis setelah 12 poket tersebut ludes terjual. Namun sayang, belum sampat terjual semua ketiganya diamankan polisi. “Baru laku dua poket pak hakim,” ujar Sugeng.

Terungkapnya perkara jual beli barang haram tersebut, berawal dari penangkapan terdakwa Mochammad Adi Faisal yang disidang dalam berkas terpisah.

Anggota kepolisan sektor Kenjeran mengamankan Adi, setelah Ia bertransaksi sabu di rumah Sugianto di Jalan Bulak Cumpat Barat. Adi diminta memberi tahu polisi di mana dia mendapatkan sabu tersebut.

Saat dikeler ke rumah Sugeng dan Sugianto, petugas menemukan 10 poket sabu yang disimpan di balik kalender di sela-sela ventilasi jendela.

Saksi penangkap Mukhtar dan Adi Setiyono menjelaskan kepada hakim, saat penangkapan terdakwa Sugeng dan Sugiono berada di depan rumah. “Dia duduk-duduk pak. Saat kami tangkap tidak ada perlawanan. Kemudian ditemukan 10 poket sabu tersebut,” jelas Setiyono.

Saat penangkapan, petugas juga mengamankan satu pipet kaca, satu botol kaca, dan 0,001 gram sabu sisa pemakaian milik Adi. Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sebelumnya "Kiwil" Residivis Jambret Jalan Tidar, Disidangkan
Selanjutnya Gelapkan Ban Seharga 8,8 Miliar, Febrianto Mahendra Divonis 3 Tahun Penjara