Kurangi Resiko Kegagalan Usaha, Dinkop dan UKM Jatim, Gelar Pelatihan Pembuatan Bisnis Plan

Kurangi Resiko Kegagalan Usaha, Dinkop dan UKM Jatim, Gelar Pelatihan Pembuatan Bisnis Plan

SURABAYA, (suarapublik.com) - Untuk mengurangi resiko kegagalan, pengesaha harus membuat business plan yang baik dan benar. Untuk Itu, Dinas Koperasi dan UKM jatim menggelar Pelatihan dengan tema Pembuatan Business Plan. Acara tersebut bertempat di Klinik KUKM Business Development Centre (BDC) Jawa Timur, Kamis (03/06). Pelatihan tersebut diikuti sekitar 25 orang peserta dari Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman Jawa Timur (APMMJ).

Pemateri pada pelatihan kali ini adalah Faiqotul Himmah, tenaga ahli produksi dan pemasaran Klinik KUKM BDC Jawa Timur, mengawali materinya Faiq (sapaan akrab Faiqotul Himmah) menyampaikan, bahwa pada masa pandemi ini suatu usaha yang penting bisa bertahan dulu.  

"Menyikapi pandemi covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir maka sebaiknya kita tetapkan target yang tidak terlalu tinggi dulu, yang penting mampu bertahan dulu adalah sesuatu yang sudah cukup baik, mengingat cukup banyak pelaku usaha yang terdampak akibat Covid-19 ini", ujar Faiq seperti dikutip dari dinkop jatim.go.id.

Lebih lanjut Faiq mengatakan, setiap pengusaha harus memiliki Business Plan jika ingin usahanya maju, "Dengan Business Plan yang baik akan mengurangi resiko kegagalan usaha," kata Faiq. 

Menurutnya, ada beberapa keuntungan jika Business Plan sudah direncanakan dengan baik, antara lain, akan menjadi Blue Print dari perusahaan, sebagai tujuan, visi, misi, bagaimana mencapai tujuan tersebut. 

"Untuk mengetahui berapa dana yang dibutuhkan, untuk membantu agar tetap fokus, untuk menghadapi persaingan

Untuk menentukan harga model bisnis, Bisnis yang ada bisa berkembang dan lain-lain," paparnya. 

Sedangkan tujuan membuat Business Plan masih menurut Faiq yakni, untuk mengetahui berapa dana yang dikeluarkan. Hal ini berguna bagi kita untuk menentukan strategi pengelolaan keuangan kedepan sebaiknya seperti apa untuk memperhatikan segmentasi pasar.

"Tipe konsumen sangat beragam, dengan membuat segmentasi pasar akan lebih mudah menentukan jenis produk apa yang harus diproduksi, kemasannya seperti apa, dijual/dititipkan di toko/supermarket/lapak online, untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada. Menentukan strategi promosi yang tepat dan baik," tambah faiq. 

Faiq menjelaskan, saat ini eranya online, kita harus kreatif dan produktif dalam membuat gambar, video, ataupun animasi yang memperkenalkan produk kita kepada masyarakat, berikut diskon atau potongan harga yang dapat disertakan untuk menarik perhatian pembeli. Memacu kita untuk selalu berinovasi dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Tak hanya itu, dalam membuat Business Plan ada beberapa komponen yang harus dipenuhi. 

"Mission Statemen, berisi tentang tujuan dari bisnis/usaha yang dilakukan Company Background, berisi tentang latar belakang perusahaan Product Description, untuk memberikan deskripsi/gambaran/spesifikasi mengenai produk yang dihasilkan Marketing Plan, untuk menentukan strategi pemasaran sebaiknya seperti apa Competitor Analysis, untuk menganalisa karakter kompetitor kita seperti apa, hal ini berguna untuk menentukan strategi-strategi bisnis kedepannya ," urainya. 

Seperti apa SWOT Analysis, adalah analisa tentang hubungan atau interaksi antara faktor internal usaha (Kekuatan, Kelemahan) dan faktor eksternal usaha (Peluang, Tantangan) dalam menentukan posisi guna menetapkan strategi suatu perusahaan. Operations, untuk menjelaskan sistem operasi dari bisnis kita. Jenis bisnis ada 2 yaitu produksi/manufaktur dan jasa. Jika bisnisnya produksi maka perlu diketahui bagaimana proses dari penerimaan pesanan, produksi, distribusi barang-barang dan penagihan. Jika bisnisnya jasa maka perlu diketahui bagaimana cara kita menyalurkan jasa kepada konsumen

Financial Planning, berisi mengenai proyeksi (peramalan) pendapatan dan pengeluaran, pengembalian modal (BEP), pengembalian atas investasi (Return of invesment), perhitungan penggunaan daya ungkit (leverege) dan lainnya

Timeline, berisi tentang manajemen waktu untuk menjalankan bisnis dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan target waktu yang telah direncanakan

Executive Summary, berisi tentang bisnis apa yang akan dibuat, visi dan misi, tujuan bisnis, bagian dari kesimpulan rencana bisnis," tambahnya. (aDv/Red.SP)

Sebelumnya Ketua DPD RI: Demokrasi Yang Ideal di Indonesia Adalah Demokrasi Pancasila
Selanjutnya Ambil 6 Linting Ganja di Kampus Jl. Semolowaru Sobaki Jadi Saksi Untuk Terdakwa Ayik