Melalui Program Nawa Bhakti Satyah, Pemprov Jatim Beri Beasiswa pada Mahasiswa dan Mahasantri Jatim

Melalui Program Nawa Bhakti Satyah, Pemprov Jatim Beri Beasiswa pada Mahasiswa dan Mahasantri Jatim

SURABAYA, (suarapublik.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah setempat. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu poin utama dalam Program Nawa Bhakti Satyah.

Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, Pemprov Jatim tetap mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan memberikan beasiswa pendidikan bagi guru Madrasah Diniyah (Madin).

"Hal ini berkaitan dengan kesempatan meningkatkan kompetensi akademik bagi para pendidik di Madrasah diniyah untuk memperoleh pendidikan di tingkat perguruan tinggi," sambut Khofifah dalam acara Program Peningkatan Kualifikasi Akademik bagi Guru Pendidikan Diniyah, di Gedung Islamic Center, Surabaya, Sabtu, (18/12).

Menurut Gubernur Khofifah, peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para pendidik Madin akan sangat berpengaruh pada output pembentukan karakter santri. Oleh karena itu, kualitas tenaga pendidik dan pendidikan perlu terus ditingkatkan.

Sejalan dengan hal tersebut maka kesejahteraan mereka harus diupayakan pemerataannya. Keunggulan yang dicapai pun harus terus diikuti oleh Akhlakul Karimah. Khofifah juga berpesan, di era digitalisasi, sisi kemanusiaan juga tetap harus diperhatikan.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jatim, Gatot Soebroto, SE, M.PDSM, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tujuan pada kegiatan tersebut adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada Mahasiswa tentang kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni program Nawa Bhakti Satyah khususnya Jatim berkah.

Menurut Gatot sapaan akrab, dalam pemberian beasiswa, maka mahasiswa dan mahasantri diharapkan bersungguh-sungguh menempuh pendidikan dan setelah usai dalam menjalani pendidikan kuliah. 

"Mahasiswa maupun mahasantri diharapkan berperan aktif untuk mendidik anak-anak atau para santri di madrasah, sehingga pada akhirnya mampu mendongkrak dan meningkatkan indek pembangunan manusia di Jawa Timur," ujar Gatot. 

Gatot menjelaskan, bagi peserta kegiatan kuliah umum program peningkatan kualifikasi akademik bagi para Guru Madrasah Diniyah tahun 2021, diikuti oleh sebanyak 1.245 Mahasiswa dengan rincian 510 mahasiswa baru dengan program Strata satu ( S1 ) pada 17 perguruan tinggi keagamaan Islam, 320 mahasiswa baru Strata dua ( S2 ) pada 6 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri serta 10 Perguruan tinggi keagamaan Islam swasta.

Selain itu, masih Gatot, ada sebanyak 425 Mahasiswa Santri baru S1 Ma’ah Aly pada 17 pondok pesantren di Jawa Timur, dikarenakan saat ini masih dalam kondisi Covid -19 maka mahasiswa yang hadir mengikuti kuliah umum secara langsung sebanyak 180 orang, sedangkan yang mengikuti secara daring sebanyak 175 orang di kampus masing-masing.

Gatot Soebroto berharap, dengan adanya kegiatan yang merupakan bagian dari Jatim berkah atau Nawa Satiyah ke -5 ini, kualitas pendidikan di Jawa Timur dapat meningkat. 

"Diharapkan setelah selesai menempuh pendidikan perkuliahan mereka akhirnya dapat kembali ke Madrasah maupun Sekolah keagamaan yang lainnya di Jawa Timur," tandasnya. 

Kegiatan tersebut di hadiri Gubernur Jawa Timur, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansah dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, SE, M.PDSM, Ketua III LPTQ Jatim, KH.Hamid Abdullah, Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta Wil.IV Surabaya, Yunus Abubakar, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Prof Gianto, Sekretaris PWNU Jatim, H.M Hasan Ubaidillah, Kabid Pendidikan Diniyah Ponpes Kanwil Kemenag Jatim, Rachmad A. Hadicahyadi,KUPD Jatim dan 110 Mahasiswa / Mahasantri. (Dre)

Sebelumnya BPP. BPW. PERADIN JATIM Salurkan Bantuan kepada Korban Gunung Semeru
Selanjutnya Polres Gresik, Tindak Tegas Belasan Kendaraan Bermotor Pakai Knalpot Brong