Menelusuri Jejak Harta Karun Di Kabupaten Kepulauan Selayar

Menelusuri Jejak Harta Karun Di Kabupaten Kepulauan Selayar

Sulsel, Suara-Publik.com - Penemuan barang galian berupa sebilah besi karatan menyerupai pisau di areal lahan perkebunan oleh warga masyarakat Jl. Syafruddin, Benteng Selayar beberapa waktu lalu, kembali membuktikan eksistensi keberadaan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, sebagai pulau harta karun yang kaya akan potensi sumber daya alam.

Besi tua, yang diperkirakan telah tertanam sekira ratusan tahun itu, ditemukan salah seorang warga masyarakat Jl. Syafruddin, Benteng, saat sedang menggarap dan membersihkan lahan perkebunan pada salah satu gang di ruas Jl. Syafruddin.

Ihwal penemuan barang galian ini berawal, saat salah seorang warga tengah mengayungkan cangkul ke tanah garapan yang terhampar didepannya. Pada saat bersamaan tiba-tiba terlihat percikan api pada ujung cangkul yang secara kebetulan menyentuh benda tumpul pada kedalaman sekira 3 meter.

Sampai dengan diturunkannya berita ini, tak satu pihak pun yang dapat memastikan keabsahan status benda dimaksud. Apakah, barang tersebut, termasuk kategori benda cagar budaya dilindungi atau bukan ?.

Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, acap kali dihebohkan, dengan penemuan benda cagar budaya berupa barang galian, sejenis : guci, badik, dan mangkuk keramik peninggalan zaman pra sejarah.

Satu hal yang pasti, “bahwa benda galian ini masih membutuhkan penelitian panjang untuk dapat ditetapkan statusnya”.

 Pasalnya, barang tersebut ditemukan tepat berada di sekitar ex sungai bua-bua yang dikabarkan merupakan jalur keluar masuknya kapal-kapal berbadan besar dari luar Kabupaten Kepulauan Selayar pada zaman penjajahan Kolonial Belanda.

Sejumlah tokoh sejarah di daerah berjuluk Bumi Tanadoang ini, bahkan menduga, “kemungkinannya, masih sangat banyak benda-benda galian peninggalan lain yang berada di sekitar lokasi penemuan besi tua menyerupai pisau tersebut”.

Bahkan, beberapa hari sebelum barang ini ditemukan, Balai Konservasi Benteng Ujung Pandang, BP3 Makassar, baru selesai membersihkan harta karun yang ditemukan warga di sekitar, perairan Sangkulu-kulu, Dusun Tile-Tile Selatan, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu yang pasca penemuannya langsung diamankan di rumah jabatan Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.

Turut hadir dalam pembersihan berjumlah 1.362 buah tersebut, masing-masing Penanggung Jawab Konservasi Kepala Laboratorium Konservasi Makassar, Munafri, berikut, Kepala Bidang Purbakala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar yang pada saat itu, masih dijabat H. Nadeng.(fadly)

 

 

Sebelumnya Kelangkaan BBM Mengintai Masyarakat Kecamatan Pasimarannu
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas