Pakar Hukum Unair: Kalau Jujur dan Terbuka, Kenapa P3 D Munggu Gebang Tertutup Dari Media
Foto: Pakar Hukum Unair. I Wayan Titip Sulaksana

Pakar Hukum Unair: Kalau Jujur dan Terbuka, Kenapa P3 D Munggu Gebang Tertutup Dari Media

Gresik, suara-publik.com - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Airlangga (Unair) I Wayan titib sulaksana menyebut bahwa perekrutan perangkat Desa harus mengikuti sistem hukum nasional dan terbuka.

"Panitia, ikutilah sistem hukum nasional, harus terbuka dalam segala prosesnya di hadapan masyarakat dan media, Itu indikasi ketidak jujuran panpel seleksi perangkat desa, lha nek jujur, adil dan terbuka kenapa tertutup untuk diliput media...?" kata Wayan titib, senin (17/5).

Wayan titib juga mengingatkan permasalahan yang akan timbul jika proses yang masih dipermasalahkan saat perekrutan ternyata dipaksakan pelantikan, dirinya berharap pihak Bupati dan Camat bisa tegas melihat keluhan masyarakat dan awak media.

"Satu saja, kalau inspektorat menemukan alat bukti yang cukup tentang dugaan kecurangan dalam seleksi ya batalkan saja perangkat desa yang terpilih secara curang." Tegas Wayan.

Menurut Wayan, jika tes dilakukan secara adil dan terbuka maka panitia harusnya menggandeng pihak ketiga untuk pengadaan materi soal tes tulis,

"Hal itu (soal ujian) harusnya hanya keluar melalui pihak ketiga yang tidak punya kepentingan dengan para calon, ya harus menggandeng pihak ketiga agar netralitas bisa terjaga," pungkasnya.

Seperti diketahui, sampai saat ini rekom untuk pelantikan pemenang tes P3D Munggu gebang masih belum di tanda tangani Camat Benjeng, Suryo Wibowo, Camat menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberi rekom sebelum ada hasil final investigasi dari Inspektorat. "Masih menunggu hasil dari inspektorat," singkat Camat Suryo.

Sebelumnya, Pihak Kecamatan telah menerima hasil tes ujian perangkat Desa Munggugebang yang bertempat di Balai Desa setempat, dalam tes tulis tersebut Puluhan wartawan di larang untuk masuk ke dalam halaman kantor Desa, Pagar balai desa ditutup dan di kunci dari dalam oleh Pihak Panitia.

Selain dituding tidak terbuka, yang membuat tudingan kecurangan adalah tumbangnya salah satu Peserta tes yang merupakan jebolan Universitas ternama oleh pasangan suami istri yang saat pendaftaran menggunakan ijazah kejar paket C.(TIM IMAM)

Sebelumnya Ketua DPD RI: Mitigasi Hal Utama Penanggulangan Bencana
Selanjutnya Guru TK Diancam Debt Collector, Ketua DPD RI: Tutup Pinjol Ilegal