PENGECORAN JALAN. Papan Proyek Tak Dipasang, Pelaksanaan Diduga Tak Sesuai Bestek

PENGECORAN JALAN. Papan Proyek Tak Dipasang, Pelaksanaan Diduga Tak Sesuai Bestek

Pembangunan yang tidak sesuai dengan bestek, merupakan kerugian dalam ekonomi. Sebab dengan cepat rusaknya jalan, perputaran ekonomi pasti terhambat. Jalan yang rusak pasti akan menimbulkan kemacetan, otomatis waktu tempuh menjadi molor. Disinilah letak kerugian ekonomi yang diakibatkan kualitas bangunan jalan yang rendah, akibat proyek tidak sesuai bestek.

DEPOK (suara-publik.com)- Meski sebelumnya sempat di sorot berbagai kalangan media dan LSM gara-gara pekerjaannya tidak selesai tepat waktu, kali ini Perusahaan CV Pitaloka selaku pemenang lelang proyek peningkatan Jl. Kukusan Raya (H. Usman) yang digelar Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok dengan harga penawaran Rp 466.000.000,- kembali disoal.

 

Pasalnya, proyek yang sudah mendapatkan penambahan (addendum) waktu tersebut tetap saja terlihat dikerjakan tanpa schedule yang jelas. Warga pun mulai mengecam pihak perusahaan yang beralamat di Dramaga H. Abas RT 02/01 No. 33 Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor itu.

 

Menurut warga, selain waktu pelaksanaan proyeknya yang terkesan ditunda-tunda, penutupan akses jalan itu juga dirasakan sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan yang biasa menggunakan jalur tersebut.

 

Amar (30) misalnya. Pemuda yang rumahnya ketempatan untuk menampung sepuluh orang tukang (pekerja proyek tersebut) mengatakan bahwa banyak warga yang harus memutar balik karena jalan itu belum bisa dilalui. Beberapa pengusaha yang berada disekitar lokasi proyek itu juga mengeluhkan ihwal penutupan akses jalan yang berkepanjangan.

 

“Aktifitas usaha warga dan pengusaha yang ada di sekitar lokasi proyek jelas saja terganggu gara-gara akses jalan menuju tempat usahanya di tutup”, ujar Amar saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (19/10).

 

Tak hanya itu, dari pantauan dilapangan juga terlihat beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek Peningkatan Jl. Kukusan Raya (H. Usman) tersebut. Pertama, plastik yang tujuannya untuk penahan obat campuran beton justru dipasang di bawah tumpukan batu split.

 

Kedua, kontraktor pelaksana terkesan ingin mengurangi volume beton yang akan dituang dengan jalan menggunakan batu split setinggi 3 cm yang disebar di sisi jalan yang  akan di cor.

 

Ketiga, panjang besi doel tidak seimbang. Di bagian (sisi) yang tidak ditutupi peralon, panjang besi sekitar 30 cm. Namun, di bagian yang ditutupi peralon, panjang besi hanya sekitar 10 cm, dan ke empat, papan nama proyek juga tidak terlihat dipasang di bedeng.

 

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satupun dari pihak CV Pitaloka yang bisa di konfirmasi. Kepala Bidang Bina Marga dan Jembatan (Kabid BM & Jembatan) Dibimasda Kota Depok, Ronny Gufron pun mengaku sedang sibuk.

 

“Maaf, hari ini sedang ada pemeriksaan dari Inspektorat Wilayah (Itwil)”, jawab Ronny melalui pesan singkat yang dikirimnya. (ferry sinaga)

 

Sebelumnya Hindari Motor, Mobil Nyungsep
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas