Pertamina Pusat Resahkan Warga 6 Kecamatan di Kota Surabaya

Pertamina Pusat Resahkan Warga 6 Kecamatan di Kota Surabaya

Jakarta, Suara-Publik.com - Warga Kecamatan Sawahan, Dukuh Pakis dan Krembangan serta 3 Kecamatan lainnya di Surabaya kini resah oleh ulah Pertamina. Hal itu dikarenakan Pertamina Pusat Jakarta  mengklaim tanah di 6 Kecamatan Kota Surabaya miliknya. tidak tanggung-tanggung, dimasing-masing Kecamatan puluhan hektar yang di aku Petamina. Termasuk Kantor Kecamatan Sawahan dan tanah hijau milik Pemkot Surabaya. Tentu saja pemilik tanah yantg menempati sejak puluhan tahun lalu kini resah .  Pasalnya dengan pengakuan Petamina  tentang status tanah yang   ditempati warga selama puluhan tahun ini, berdampak tidak bisanya warga mengurus Sertifikat.
Bahkan warga yang mau mengurus alih status kepemilikan setelah proses jual beli di Notarispun kini terhambat. Sebab Badan Pertanahan Negara tidak bisa memproses untuk sementara hingga masalah klaim Pertamina jelas.  Hingga kini Pertamina belum bisa menunjukan bukti apapun kalau tanah yang diakui tersebut benar-benar milik salah satu BUMN yang bergerak dibidang perminyakan ini.  Namun dengan pengakuan atas status tanah tersebut sudah membuat warga resah dan mengalami kerugian.
Pihak Bank pun tidak ada yang menerima jaminan sertifikat tanah di wilayah yang diaku Pertamina . Bukan hanya itu, warga yang mau menjual rumah, tidak ada pembelinya  karena takut tanah tersebut bermasalah di kemudian hari. Karena Notaris juga tidak mau membuatkan Akta Jual Beli pada tanah yang diakui Pertamina itu.
Sementara itu Walikota Surabaya, saat dialog dengan  warga dan tokoh masyarakat Sawahan mengenai hal ini menerangkan, Pertamina tidak bisa menunjukan alat bukti kepemilikannya hingga saat ini. Untuk itu saya juga prihatin dengan masalah ini, selanjutnya saya akan perintahkan  Camat-Camat dengan Assisten 1 untuk segera membahas masalah ini” tutur walikota yang terkenal tegas ini.
Pada kesempatan lain, pejabat Pertamina pusat saat di hubungi terkesan menghindar. Sebab mulai dari humas hingga bagaian pertanahan di BUMN ini menghindar saat di temui Suara Publik. Bagaimana tidak, oleh Satpam di gedung sekretaris yang membawahi kehumasan di suruh ke Gedung Anex lantai 9 bagaian pertanahan. Namun setelah sampai disana, disuruh balik ke lantai 4. Begitu dilantai 4, front office menyarankan ke lantai 9 lagi.
Akhir nya wartawan Koran ini hanya diterima pertelpon oleh salah pegawai yang mengaku bernama Selvi bagaian pertanahan Jakarta untuk mengklarifikasi masalah ini. “atasan kami sedang tidak ada, atau hubungi saya di nomer ini untuk buat janjian, jawab Selvi dari sebrang telpon. Masih selvi, tolong bapak nanya ke Pertamina Surabaya saja, karena obyeknya kan disana, tambahnya.
Dengan tangan hampa akhir wartawan Suara Publik group, pergi meninggalkan gedung Pertamina Pusat menuju Stasiun Gambir. Dengan langkah gontai antri diloket untuk mendapat tiket Argo Anggrek , setibanya di Surabaya, Eny Humas pertamina Jagir Surabaya pun dihubungi. “ Pertamina Surabaya itu hanya berfungsi sebagai penjualan, mengenai asset tanah yang anda sebut itu urusan Pertamina Pusat pak” tutur Eny pertelepon.

Sebelumnya Karena Menghina Dengan Tulisan, Guru SDN Kali Tapen I Harus Berurusan Dengan Polisi
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas