POLEMIK TANAH 2,9 HEKTAR DI KEPUTIH, MASIH JADI REBUTAN, KUASA HUKUM MIZAN TAMIMY SULTON ANGKAT BICARA
  
POLEMIK TANAH 2,9 HEKTAR DI KEPUTIH, MASIH JADI REBUTAN, KUASA HUKUM MIZAN TAMIMY SULTON ANGKAT BICARA

POLEMIK TANAH 2,9 HEKTAR DI KEPUTIH, MASIH JADI REBUTAN, KUASA HUKUM MIZAN TAMIMY SULTON ANGKAT BICARA

Surabaya, suara publik - Semakin menjadi polemik persoalan kasus jual beli tanah di Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo atas obyek tanah Petok D no.427 Seluas 29.728 Meter persegi. Pasalnya masih ada pihak yang mengklaim sebagian tanah tersebut masih menjadi haknya.

Sebelumnya sudah ada jual beli antara Ruminah dan Ir. Rudi Tjaja Hartono seluas 29.728 meter persegi Kemudian timbul lagi Jual Beli Antara Ir. Rudi dan Mizan Tamimy Sulton dengan luas yang sama. 

Nurhadi selaku Kuasa hukum dari Mizan Tamimy angkat bicara terkait polemik tanah yang sampai sekarang masih dipersoalkan itu.

Menurut Nurhadi, tanah tersebut secara hukum sudah sah menjadi milik klien kami berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Mizan Tamimy Sulton, yang di beli dari Rudy Tjaja Hartono pada tahun 2003 seluas 29.728 Meter persegi, sedangkan Rudy Tjaja Hartono membeli tanah tambak tersebut dari Ruminah dan anak-anaknya seluas 29.728 Meter persegi berdasarkan AJB No. 18/SK1/VII/2002, Oleh sebab itu klien kami adalah pembeli yang beretikat baik. 

Bukti lain bahwa klien kami adalah pembeli yang beritikat baik, laporan ahli waris uminah di Polrestabes Surabaya terhadap Mizan Tamimy atas dugaan pemalsuan surat sudah di berhentikan (SP3)," ujar Nurhadi, Selasa (21/06/2022). 

Alasan SP3 tersebut diantaranya: 

1. Bahwa jual beli antara Ruminah dan anak-anaknya sebagaimana dalam AJB No. 18/SK1/VII/2002, Adalah sah secara hukum sehingga tanah tersebut sudah terjadi peralihan hak kepada Ir. Rudi Tjaja Hartono sehingga jual beli antara Ir. Rudi Tjaja Hartono dengan Mizan Tamimy Sulton pun sah menurut hukum.

2. Kalaupun ada dugaan perbuatan pidana tapi bukan dilakukan oleh Mizan Tamimy sebab dugaan adanya perbuatan pidana tersebut adanya pada tahun 2002 sedangkan Mizan Tamimy Sulton membeli tanah tersebut pada tahun 2003.

Nurhadi menceritakan, proses jual beli yang dilakukan Mizan Tamimy dengan Ir. Rudi Tjaja Hartono. Sebelum membeli melakukan croscek terlebih dahulu di Kelurahan Keputih dengan memerintahkan Achmad Budiarto selaku tangan kanannya tentang legalitas tanah tersebut, dan selanjutnya Achmad Budiarto mendapatkan keterangan riwayat tanah tersebut. 

"Setelah mendapatkan keterangan riwayat tanah, klien kami membuat Ikatan Jual Beli (IJB) ke notaris," dengan Ir. Rudi Tjaja Hartono terangnya dan telah dibayar dengan cara bertahap sampai lunas.

Namun lama tidak ada kabar dari pihak notaris, sehingga Mizan Tamimy memerintahkan Budi kembali untuk menemui notaris tersebut. 

"Dari pihak notaris menginformasikan bahwa Rudi Tjaja Hartono sudah meninggal dunia," beber Nurhadi. 

Lanjut Nurhadi, Maka Budi kembali menemui ke keluarga ahli warisnya almarhum Rudi dampingi Budi. 

"Pak Budi pernah dampingi saya kerumah Almarhum Rudi dan disana ketemu dengan Istrinya," katanya. 

Dari pertemuan itu, pihaknya menjelaskan proses jual beli tanah untuk melanjutkan ke Akta Jual Beli (AJB) ke notaris.

Kemudian kita mencoba konsultasi ke BPN dari perjanjian awal IJB menjadi Sertifikat hak milik. Oleh pihak BPN diberikan persyaratan. Salah satunya diminta membayar pajak Ruminah dan Ir. Rudi Tjaja Hartono terlebih dahulu.

Setelah itu dibawalah ke kelurahan dan bertemulah Yuni Utomo yang pada saat itu menjabat sebagi Lurah Keputih.

"Waktu itu Pak Yuni Utomo bersedia dengan catatan harus membuat pernyataan kesaksian terlebih dahulu, bahwa benar tanah tersebut dibeli saudara Mizan Tamimy," imbuhnya. 

Kemudian surat pernyataan tersebut dibuat dan ditanda tangani oleh Budi selaku saksi, Pak Muhammad Yani dan Pak Irfak juga tanda tangan untuk pengukuran tanah. "Setelah itu berlanjut proses ke sertifikat menjadi hak Milik," terangnya. Klien kami dalam pengurusan untuk menjadikan sertifikat itu sudah sesuai prosedur.

Nurhadi menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan surat somasi sebanyak dua (2) kali kepada Riqi Mulyadi, somasi itu terkait adanya patok baru dan papan nama karena secara hukum Riqi Mulyadi dan ahli waris Ibu Ruminah sudah tidak mempunyai hak atas tanah tersebut. Dan dalam waktu dekat kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib. 

"Saat ini tanah klien kami seluas 29.728 Meter persegi dipatok dan diberi papan nama oleh Pak Riqi Mulyadi seluas dan Riqi mengklaim 13000 Meter persegi itu miliknya. Perbuatan ini justru akan mengarah pada perbuatan pidana penyerobotan tanah dan menguasai tanah milik orang lain, sebab Riqi Mulyadi tidak mempunyai alas hak atas obyek yang diakui tersebut," bebernya.

Menurut Nurhadi, kliennya tidak ada hubungan hukum dengan ahli waris Riqi Mulyadi. " hubungan hukum klien kami dengan almarhum Rudi, pungkasnya.(Sam)

Foto: Nurhadi, Kuasa Hukum Mizan Tamimy Sulton.

Sebelumnya DPC PERADI SURABAYA AUDENSI KE POLRESTABES SURABAYA, PERIHAL KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP REKAN SEJAWATNYA
Selanjutnya Kades Tanjungan Driyorejo, Alergi Terhadap Wartawan