Ricuh, Ratusan Warga Gagalkan Pelantikan Perangkat Desa Munggu Gebang

Ricuh, Ratusan Warga Gagalkan Pelantikan Perangkat Desa Munggu Gebang

Gresik, suara-publik.com - Sejumlah masyarakat dari Desa Munggu gebang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik secara tegas menolak proses pelantikan calon Perangkat Desa yang dilakukan oleh Kepala Desa setempat, Rabu, (19/5) malam.

Aksi penolakan yang dilakukan sekelompok warga dan puluhan aktivis LSM maupun ormas tersebut berakhir ricuh dengan saling adu mulut dengan panitia.

Akibatnya, situasi memanas dan proses pelantikan dibatalkan dalam jangka waktu yang tak ditentukan.

Meski demikian, aksi kericuhan itu tidak sampai merusak fasilitas umum ataupun cidera fisik bagi kedua pihak.

Gus Bukori (30) Salah satu aktivis menilai bahwa aksi warga tersebut merupakan hal wajar. Pasalnya, pengangkatan perangkat Desa tersebut dinilai ada unsur Kecurangan, Kolusi dan Nepotisme.

 Sementara itu, Camat Benjeng, Suryo Wibowo lewat surat tanggapan permohonan rekomendasi oleh kepala Desa Munggu gebang nomor: 474/185/437.106.18/2021 tertanggal 18 Mei 2021 mengatakan bahwa pihak nya belum dapat memberikan rekomendasi penerbitan SK calon perangkat Desa Munggu gebang karena proses pemeriksaan khusus atau investigasi dari Inspektorat belum selesai.

100%

"Pelantikan batal mas," tegas Suryo. Selain itu, Camat Suryo menyampaikan jika sebelum pelantikan dibatalkan, Rabu (19/5), petang, Kades dipanggil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di kantor Kecamatan Benjeng.

Bupati didampingi Kapolres AKBP Arief Fitrianto, dan Dandim 0817 Letkol Inf. Taufik Ismail.

Pada pertemuan itu, Bupati menyampaikan kepada Kades Suwari bahwa hasil penjaringan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang yang dilakukan panitia P3D masih dalam pemeriksaan Inspektorat.

Bupati menambahkan, jika dalam pelantikan Kasi Pemerintahan hasil panitia P3D regulasinya tidak hanya peraturan bupati (Perbup) Nomor 19 tahun 2017, tentang P3D.

Namun, masih ada sejumlah perundangan lebih tinggi seperti peraturan daerah (Perda) dan Undang-Undang yang memberikan ruang untuk melakukan penundaan pelantikan.

Setelah itu, menurut Suryo, Bupati mempertanyakan kepada Kades Munggugebang apakah tetap lanjut melantik Kasi Pemerintahan? "Jawab kades tetap melantik, " ungkap Suryo.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Gresik Malahatul Farda menyatakan, dalam pertemuan itu Bupati juga menawarkan solusi demi menjaga stabilitas desa, transparansi, dan menjadikan tata kelola pemerintahan desa (pemdes) lebih baik dan maju, Bupati menawarkan penjaringan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang diulang, namun Kades Munggugebang menolak.

"Saat Pak Bupati menawarkan penjaringan diulang Kades Munggugebang tidak mau, " tegas Farda.((mam)

Sebelumnya Lindungi UMKM, Ketua DPD RI Dukung Larangan 13 Produk Crossborder Masuk RI
Selanjutnya Warga dan LSM Kompak, Tolak Pelantikan Kasi Pemerintahan Munggu Gebang