Riki, Terdakwa Penganiayaan Terhadap Widya Cabut BAP, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi Verbalisan
  
Riki, Terdakwa Penganiayaan Terhadap Widya Cabut BAP, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi Verbalisan
Foto atas: Terdakwa Riki Sanjaya binRoslan, menjalani sidang agenda saksi Yuni dan karyawan KFC, diruang Candra PN.Surabaya, Kamis (24/11/2022). Foto bawah: Yuni Mega Laksmana dinilai Hakim, berikan kesaksian berbelit dan tidak Jujur, diatas sumpah.

Riki, Terdakwa Penganiayaan Terhadap Widya Cabut BAP, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi Verbalisan

Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana penganiayaan terhadap seorang wanita sebagai korbannya, dari penyiraman kopi yang masih panas, hingga aniaya korban disekujur tubuh sampai tersungkur jatuh kesakitan, dengan terdakwa Riki Sanjaya bin Roslan, diruang Candra PN.Surabaya, Kamis (24/11/2022).

Sidang dengan agenda saksi Yuni Mega Laksmana dan saksi Andi Budianto karyawan KFC Ahmad Yani.yang dihadirkan oleh JPU Putu Sudsrsana, dari Kejati Jatim.

Saksi Andi Budianto, menerangkan kejadian tersebut hari selasa tanggal 19 Juli, sekitar jam 20.30 wib,

" sebelumnya saya dibagian belakang, setelah diberitahu teman ada ribut- ribut dibagian depan, saya lihat ada cekcok, tapi saya gak tau masalahnya apa," kata saksi.

" anda tidak mendengarkan cekcok masalah apa, jarak berapa meter dengan kejadian saudara, masak tidak dengar sedikit- sedikit," tanya hakim Taufik Tatas.

" Saya tidak mendengar jelas, saya berjarak satu meter, karena banyak orang, dari CCTV yang bisa terlihat cuma bagian depan, bagian dalam masih perbaikan," ujar saksi.

Saksi Andi menyebutkan kalau di dalam rekaman CCTV hanya terlihat saat terdakwa mendorong korban, "banyak orang yang melerai, setelah kejadian itu, saya melihat ada Patroli mobil polisi membawa mereka berdua" katanya.

100%

Saksi selanjutnya Yuni Mega Laksmana, didalam perkara ini ada dugaan berperan dalam pertemuan antara terdakwa Riki dan korban Elastria Widya Arini, hal tersebut terungkap saat hakim taufik tatas mencecar pertanyaan seputar yang menelpon terdakwa Riki Sanjaya, hingga tahu kalau korban ada bersama saksi Yuni.

" Saya tidak tahu masalah apa antara mereka yang mulia, terdakwa adalah senior saya saat di ITS, saya memang menelpon Widya tentang bisnis bantal guling, dan saya ajak ketemu sampai tiga kali meminta bertemu, sampai akhirnya bisa ketemu hari selasa 19 Juli 2022," terang saksi.

"Kamu katakan tidak tau dan tidak kenal dengan Widya korban, siapa ya g memberi kamu nomer HP, kok bisa kamu menghubungi, Riki ya yang memberi nomer HP Widya, tolong kamu yang jujur, kamu susah disumpah," jelas hakim Tatas.

" Saya memang tidak tau pak, saya dapat nomer HP Widya dari Instagram dan Media sosial milik Widya pak" kata saksi.

"sudah terlihat ya, kamu berbohong, widya kemarin jadi saksi mengatakan tidak pernah mencantumkan nomer HP nya di sosial media miliknya, saya ingatkan lagi kamu bersaksi yang jujur," terang hakim.

Saksi Yuni masih saja berkelit, dirinya mengaku tidak menelpon riki saat di KFC, disaat kejadian penyiraman air kopi.panas oleh terdakwa, mengaku juga tidak tau, dirinya mengaku saat kejadian itu, saksi Yuni memilih msuk ke dalam tidak melihat kejadian tersebut.

" kamu sudah disumpah ya, jangan salahkan kami kalau nanti setelah keluar dari ruang sidang dan pengadilan ini, akan ada kejadian yang melimpah kamu jangan salahkan kami kalau kamu kemakan sumpahmu sendiri, jika berbohong," kata hakim Tatas dengan nada tinggi.

Terhadap keterangan saksi Yuni, terdakwa tetap mengaku tidak menganiaya korban, namun dirinya mengatakan kalau saksi Yuni menyaksikan saat dirinya menyiram kopi ke korban widya, dan sempat membantu korban, Terdakwa tidak mengakui semua BAP yang telah dibuat.oleh penyidik,

" Semua yang di BAP tidak benar yang mulia," kata terdakwa Riki.

" baiklah kalau kamu mengatakan BAP ini tidak benar, saya perintahkan jaksa untuk sidang selanjutnya menghadirkan saksi penyidik atau saksi Verbalisan, saya perintahkan ya pak Jaksa," tegas hakim Tatas.

Diketahui, pada hari Minggu tanggal 17 Juli 2022, jam 09.00 wib korban Elastria Widya Arini,SE, ditelpon wanita mengaku bernama Yuni (saksi Yuni Mega Laksmana) mengutarakan niatnya menjadi Reseler Bantal tidur.

Selanjutnya Yuni minta ketemuan dengan korban, namun korban tidak bisa karena ada acara, namun yuni memaksa minta ketemu malam itu juga.

Hari Senin 18 Juli jam 18.00 wib, yuni minta ketemu korban, tetap korban tidak bisa. Hari selasa Tanggal 19 juli, yuni minta ketemu korban di KFC ahmad yani, namun korban Elastria minta yuni ketemu dirumahnya saja, Yuni yang tidak mau.

Selanjutnya korban bertemu Yuni di KFC Ahmad Yani, saat itu korban duduk didalam KFC, sekitar jam 20.30 wib yuni mengajak pindah duduk diluar, tak berapa lama terdakwa Riki Sanjaya datang dengan membawa kopi panas, bilang ke korban " kok pernah kenal ya, boleh gabung ya" Terdakwa duduk sebelah kanan korban, saat itu korban hendak pergi, tidak lama.kemudian terdakwa Riki menyiram kopi yang masih panas mengenai pipi korban.

Saat korban berdiri, tangan korban dipelintir terdakwa, dan memukul bahu kanan korban, saat lari kepojok diikuti terdakwa dengan membawa tas korban. Korban dipukul mengenai bahu, korban lari kearah pintu keluar dikejar oleh terdakwa Riki dn disuruh duduk, terdakwa mendorong korban hingga terjatuh.

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa, Korban mengalami luka lecet pada jari kelingking tangan kiri dan luka memar pada lutut kaki kanan dan luka bakar pada pipi kanan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP.(Sam)

Sebelumnya Tergiur Bonus Rp. 20 Juta dan 2 Unit HP, Putut Staf BKKBN Pusat Kehilangan Uang Rp. 119 Juta di ATM Nya
Selanjutnya Bergelut Dengan Judi Togel Dan Bola Jenis Online, Sebagai Player Sejak Tahun 2012, Harun Nurrahmat, Dijebloskan ke Bui